males

Berbahagialah para pemalas karena mereka selalu punya waktu untuk merasakan kenyamanan tidak melakukan apa-apa, beristirahat euy nyaman kali. Dan, sungguh malang itu para pemalas, orang lain sudah sampai ke bulan dia masih saja dalam area lingkup hidup yang itu-itu saja.

Bagi lingkungan tertentu, kata males bukanlah suatu alasan yang etis untuk menolak sebuah ajakan. Kadang orang begitu sibuk bergerak dalam aktivitasnya sehingga tak ada toleransi buat rasa males. “timbang bengong aja?” begitu kata mereka setengah memaksa, seolah kita gak punya hak untuk bengong. Mereka gak tahu sih nikmatnya terbebas dari segala macam peran kehidupan, betapa nikmatnya sejenak meluangkan waktu untuk diri sendiri. Bengong dan bermalasan dalam kadar tertentu adalah cara efektif menginstall lagi asa-asa kehidupan yang terlalu sering kita akses (iki bahasane Erbe Sentanu) dalam rutinitas sehari-hari.

Tidak, kami tidak anti pada bengong, dan di sini males adalah sebuah alasan yang bisa diterima, semua orang berhak untuk males for a moment..

11 respons untuk ‘males

Add yours

Tinggalkan Balasan ke nuruli12 Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: