antri atau antre

Baiklah, pom bensin adalah tempat dimana kau bisa membeli BBM untuk kendaraanmu, baik itu roda dua apalagi roda empat. Pom bensin adalah tempat dimana kau tidak boleh menggunakan HP apalagi merokok. Pom bensin adalah juga tempat kau buang air kecil ketika kau dalam perjalanan jauh, pom bensin kadang…. skip!!!

Maaf, aku harus memotong cerita tentang pom bensin karena sebenarnya memang aku tak bermaksud untuk membahas masalah tersebut. Aku juga tak akan membahas masalah krisis BBM, harga BBM dan lain sebagainya, bukannya aku tak peduli, aku hanya sedang gak ingin membahasnya.

Sebenarnya aku hanya ingin ngomongin masalah antri. Kau tahu kan apa itu antri? Antri adalah adalah antre, yaitu berdiri berderet-deret memanjang menunggu untuk mendapat giliran, sedang antrean adalah deretan orang atau apa saja yang menunggu untuk dilayani, diolah dsb. Itu tadi definisi antri menurut Kamus Lengkap Bahasa Indonesia karangan Hutomo MA, yang di covernya ditulis: Best Seller, yang diterbitkan oleh Mitra Pelajar Surabaya, yang kubeli di Gramedia kurang lebih dua tahun lalu.

Jadi, beberapa waktu lalu aku membawa motor hendak mengisi bensin di pom di sana. Saat itu aku yang sedang buru-buru coba menyodok duluan ketika melihat ada sedikit celah yang bisa kumanfaatkan. Kontan, kelakuanku tadi menimbulkan reaksi berupa bentakan yang disertai dengan mata melotot dari seseorang yang tadi datang lebih dulu, yang lebih lama ngantrinya dibandingkan diriku. Orang itu tinggi besar dan berjaket kulit. Aku pun lantas mengeluarkan senyum termanis yang alhamdulillah kubawa, aku kasihkan itu senyum manis padanya dan mempersilahkannya duluan. Ya, aku harus sportif, harus ngantri dan memang begitulah seharusnya. Jika suatu saat kau terlalu terburu-buru dan tanpa penjelasan langsung menerobos antrean orang-orang, kau harus menerima kalau mereka mengomelimu. Ya, mereka berhak untuk itu!

Belum lama, di Pasuruhan ada 21 orang tewas karena berdesakan antre zakat yang dibagikan seorang pengusaha kaya. Ribuan orang tumplek blek di lokasi yang gak terlalu luas yang mengakibatkan terjadi kekurangan oksigen dan saling injak. Lepas dari tidak profesionalnya panitia, peristiwa tersebut adalah cerminan diri kita. Ya, kita ini kan sulit disuruh tertib, gak bisa bersabar barang sebentar, takut kalau terlalu sabar ada yang nyerobot duluan, dan memang begitulah adanya. Tentunya sudah gak asing lagi bagimu ketika kau mencoba untuk bersabar dan diam saja, eh itu mereka jadi makin semaunya saja berbuat untuk keuntungan mereka sendiri, begitulah emang adanya kita saat ini.

25 respons untuk β€˜antri atau antre’

Add yours

  1. Indonesia memang masih minim budaya antri. Saya sendiri sering jengah ketika di resto siap saji ada yang menyerobot barisan. termasuk ketika di bioskop saat antri membeli tiket. Apa mereka tidak malu dipelototin banyak pasang mata ketika menyerobot?
    kalau saya sendiri tak pernah punya nyali untuk menerobos barisan antri

  2. @ easy: menerobos barisan mah gak berhubungan dengan nyali, tapi dengan muka tebal kali ya? kecuali kalau dalam keadaaan tertentu donk..

    @ponpesalfithrahgp: very-very yes bos! salam juga

  3. betul, antri = sabar. kadang banyak kejadian baik konser musik, pembagian zakat, jd kacau, semua krn tdk mau antri. coba mau sabar, nda akan terjadi sesuatu yang fatal. coba kita harus terapkan dahulu di keluarga kita jg lingkungan kita.
    ohya, telur asinnya dah di maem belum ? telur asi dr lombok enak lho mas. klu mau coba, biasanya ada jual di supermaket2 kok.

  4. di indonesia di mana sich yg ga pake antree……
    dari antree beli BBM di pom bensin , antree penerimaan zakat, antree beli tiket kendaraan, antree di toilet, sampai antree untuk menrima jatah BTL dari pemerintah dll, semua serba ngantree…sepatutnya negeri ini di juluki negeri pengantri ……. πŸ™„ biar pas dengan kondisi rakyatnya yg serba ngantri.

  5. Yang paling sering nyerobot antrean mmg di pom bensin.tapi lebih sering lg kalau beli lauk atau mkanan di warung yang ramai pengunjungnya sementara penjualnya cuman satu atau dua orang. Pasti yang keluar : “saya dulu bu…”. hehehe

    salam kenal mas…mksh dah berkunjung….:)

  6. “Aku pun lantas mengeluarkan senyum termanis yang alhamdulillah kubawa, aku kasihkan itu senyum manis padanya dan mempersilahkannya duluan.”

    Point ini yang bener2 bikin saia kagum….
    memang senyum adalah senjata terampuh melawan emosi…
    asal jangan suka senyum2 sendiri tanpa sebab aja. :mrgreen:

  7. @radenmasnews: inilah negara dunia ketiga, hidup ini luar biasa, susah senang banyak susahnya…(halah, malah nyanyi..)

    @loveeeis:he..he, thanx juga

    @ironepunx:saya setuju adanya dengan anda punya pendapat itu

    @ciptadie: dunia ini juga soyo tambah tuo yo mas, tapi wong-wonge soyo koyo cah cilik, senengane rebutan, termasuk aku tentunya, he..

    @yudios: semoga om..

    @dalila: betul kawan, marilah kita…

  8. Di negara barat, budaya antri sudah mendarah daging bagi semua orang. Disetiap tempat walaupun di wc umum. Dan mereka memberikan privilege khusus bagi para penyandang cacat, penyandang cacat tidak harus antri mereka mendapat prioritas utama untuk segala hal. thanks

  9. waduh kl saya yg jd si bapak jelas2 saya plototin sampeyan, ngantri dunk!

    btw kmrn sore wkt lg belanja di mini market, ada ibu tua bersama cucunya tanpa perasaan apa2 lgs menyerobot di depan kasir yg cuma atu2nya, krn lg puasa dan kondisi si ibu yg udah tua, yo wislah, saya ngalah, pdhl udah lama bo’ ngantrinya πŸ˜•

Tinggalkan Balasan ke anggavantyo Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: