Tentang sebuah gitar

Dia tersandar diantara dinding kamar dan lemari kayu yang kaca bagian depannya penuh dengan stiker. Ada coretan pilox warna hitam di tabung gitar tersebut. Coretan yang menurut si pembuatnya adalah gambar sepatu. He.he.., waktu itu si Gendut baru saja kehilangan sepatu yang diparkirnya di lantai bawah kost. Sebagai seorang ekspresionis dia pun menuangkan kekesalannya secara paksa, jadilah itu lukisan abstrak sepatu di tabung gitar yang kini tersandar diantara dinding kamar dan lemari kayu yang kaca depannya penuh dengan stiker…

Ah kau gitar, entah berapa tangan dan jemari yang telah memainkanmu, entah berapa ratus lagu yang pernah kau iringi.

Tapi, saat ini kau hanya tersandar sunyi.

Ya, kau hanya tersandar dalam kesunyian. Tak seperti beberapa waktu lalu saat kau selalu memancing kebisingan dari mulut anak-anak muda, para mahasiswa nan selalu bahagia itu…

Ada mimpi dan harapan yang dulu pernah kau iringi. Beberapa lagu tentang impian itu pernah tergoreskan dalam kertas-kertas masa lalu. Beberapa lagu yang sampai beberapa tahun penciptaannya hanya dikenal oleh beberapa orang saja.

Ah kau gitar, masih ingatkah kau lagu-lagu itu?

Ya, masamu telah berlalu. Seiring dengan makin falesnya suaramu, makin melengkungnya stang-mu, makin malesnya pemilikmu memainkanmu.

Telah banyak yang kau alami, kuyakin istirahatmu tenang sekarang.

Jadi, selamat bersandar diantara dinding kamar dan lemari kayu yang kaca bagian depannya penuh dengan stiker….

Hey kawan,

Waktu memang terus berjalan, generasi baru bermunculan. Tunas muda selalu bersemi gantikan yang tua. Giliran kita untuk hidup di masa kini, giliran anak cucu kita untuk hidup di masa datang. Begitulah seterusnya…

Dan seterusnya begitu,

Sampai berakhir cerita kehidupan di bumi ini…

35 respons untuk ‘Tentang sebuah gitar

Add yours

  1. monologue yg keren.. ^_^
    setidaknya, gitar tsb sudah pernah bermakna, walau ga ada yg peduli nanya apa maknanya bagi mereka..
    keren..

  2. bagaimanapun juga kau hanya sebuah gitar jika tidak di mainkan dan hanya di pajang kau tetap hanya bisa diam , walau kadang kau menghibur, bisa membuat suasana lebih hidup, kau hanyalah benda mati yg tak bisa bergerak sendiri karena kau hanyalah sebuah gitar.

  3. artikel yang sangat menarik… GITAR..???? gk ada matinya tuh alat musik… gak habis” dieksploarsi..
    kunjungi blog saya, baca dan analisa secara seksama dengan pikiran yang positif..
    jangan ambil keputusan sebelum menganalisanya.
    saya berharap kita dapat meraih kemapanan finansial bersama.
    amin

  4. saya pernah punya gitar pemberian kakak. gitar itu sudah memiliki banyak pengalaman, bahkan pernah dibawa sampe puncak merapi dan puncak sindoro..
    sayangnya gitar itu dicuri orang pas terlantar di teras lupa dimasukin kedalam rumah

  5. @ciwir: ya, hidup memang begitu karena memang begitulah hidup, kenapa?? ya karena hidup memang begitu…

    @kaka: let’s do it…

    @radenmaknyus: itulah gak enaknya jadi benda mati, bersyukurlah kita makhluk hidup. kenapa? karena hidup memang begitu..(halah)

    @yulism: thanks juga mbak, kalo ketemu steve vai di jalan salam ya…

    @quantumeconomics: siap…

    @easy: waduh… lagi-lagi, benda mati yang malang

  6. dari dulu sampai sekarang gitar adalah teman saya di kala sepi dikala senang dikala gundah
    sampai saat ini gitar adalah teman sejati yang paling dekat ,,,

  7. @namada: aduh, jadi pengen ndengerin…

    @langitjiwa: yah, masa muda adalah masa yang berapi-api

    @kipram:itu kan udah pernah jadi lirik lagunya titiek puspa kang, begini buninia: “marilah LEMARI.. oh sayang, mari bergembira, bersama-sama hilangkanlah duka lara…”

    @Rian: wah kalo gitar kita ketemu pasti curhat-curhatan ya..???

    @bocahcilik: Yeahh….

    @yudhi14: dia memang setia, karena dia gak bisa selingkuh, selamat…

    @bangpay: tapi ketika kita bukanlah orang yang begitu suci, alangkah rindunya kita dengan iringan, bahkan tuntunan…

    @ayahsiva: sebaiknya setelah belajar kunci dasar ada baiknya untuk dilanjutkan pada kunci menengah pertama lalu kunci menengah tingkat atas…

    @chic: yes, time goes by, and good story stuck in everybody’s memory…

    @elys welt: wah, request dari fotografer nih… tapi gitare wingi wis digowo kancaku si gendut alias dino yang gak pake saurus yang ada di kampungku sana je mbak… jare buat kenang-kenangan, yo tak kasihken saja

    @mayssari: makna itu biasanya selalu belakangan kita menyadarinya..

    @kawaii ayu: iya…

  8. @abeeayang: jreng.. jreng.. jreng..

    @cebong: halah2, kayangan gak pernah mbukak cabang neng kene Bong, mana kumudeng bahasa kayangan itu…

    @achoey: ah…

    @franciska diyah: iya, beberapa pengalaman pribadi,
    salut juga…

  9. @Bu Noor: wah, sudah itu bu, sudah di ganti sama yang muda…

    @Eko Madjid: butul sakali itu mas, ada saatnya ganti shift…

    @Kaka: ngerap juga boleh kok..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: