PS, gempa, anak laki-laki

Kemaren saya dah cerita dikit tentang main PS ya? Iya, tentu bukan PS yang berarti Pasar Sapi tapi Play Station. Ini perlu ditegaskan karena di kampung halaman saya di Wedi Klaten sana, Pasar Sapi adalah lokasi esek-esek kelas pinggiran…

Ya, saya sering main itu Winning eleven. Jadi lebih tepatnya saya suka main bola tapi males capek, jadi milih cari lawan orang-orang yang mau terus melototin mata di depan TV, mencetin tombol stik, muni-muni  nek pas kalah

Itulah, saya jadi inget kurang lebih dua taon yang lalu, ketika di kampung saya orang pada mendirikan tenda, bukan karena lagi kemping atau coro inggrise camping, tapi karena rumahnya rubuh atau minimal retak gak karuan (kayak rumah saya, tapi keluarga saya gak masang tenda karena masih ada ruangan yang sukur Alhamdulillah layak dan aman huni) pasca gempa 5.9 skala richter di pagi 27 Mei 2006, yang biasa disebut orang sebagai gempa Jateng-Jogja itu…

Waktu itu kalo habis Isya, kadang Pakde Ari, tetangga saya yang tukang fotografer, yang juga bapak beranak satu itu sudah miscall-miscall, yang artinya beliau ini nantangin main PS sambil nungguin siaran Piala Dunia, tentunya di dalam tenda darurat adanya…

Saya pun kluntruk-kluntruk menuju tenda beliau ini, tentunya diiringi dengan omelan merdu ibu saya tercinta:

”Wektu kaya gini kok yo blayangan wae…”

Saya pun nyengir belaka adanya.

Tapi, ngomongin PS tentu saya juga inget si Antok Bottle, yang merupakan lawan berat sampai sekarang kalo saya pulang kampung, yang juga korban gempa, yang dulu rumahnya juga rubuh, yang waktu saya mengunjungi reruntuhan rumahnya untuk pertama kali saya menemukannya dengan kondisi pakai kaos, celana pendek, sepatu sport plus helm bathok lagi ngumpulin barang-barang yang bisa diselamatkan, yang ketika pertama kali melihat saya dia langsung bilang: ”aku saiki kere bik, ra duwe omah…”, yang sekarang rumahnya sudah direnovasi dan dia katanya sudah diangkat jadi semacam menejer di perusahaan tempat dia bekerja, yang belom lama ini baru saja diberi kepercayaan oleh Allah untuk jadi seorang bapak, alias anak laki-lakinya telah njedul, yang diberinya nama… halah lupa, pokoke panggilannya Kaka (tetep, gak jauh dari bola…)

31 respons untuk ‘PS, gempa, anak laki-laki

Add yours

  1. PS ? bukan Pilm Saru to ?
    lha wong main PS lawan anakku saja aku kalah kok, mas.
    lha dasare aku gak seneng sih.
    naaa….kalo baca orang posting tentang PS, anak temannya njedul…sambil ngudud…. itu baru cocok….

  2. heeh.. sudah bangkit lagi ya temanmu itu..it’s good.. secara sesudah / dibalik kesulitan itu ada kemudahan..
    Btw, kirain PS yang laen.. hehe..

  3. @cantigi: wah, iya itu…

    @handoko: bukan bola sejati, tapi bola sepak kok mas…

    @mikekono: yes sir, you’re never walk alone

    @goenoeng: halah pilm saru kang? lain kali tak posting tentang pengaruh miyabi dan kinerja pegawai negeri…

    @kang nur: njih kang, optimis, ekonomis, childish dan nylekuthiss…

    @langitjiwa: halah, malah wadul…

    ariefdj: amin mas..
    wah, makanya itu sudah saya tegaskan di awal biar ndak salah persifsi..

  4. aku masih bercita-cita punya anak yang namanya nesta…(sing langsung diprotes keras karo bapakne)….hiks…nestari handayani…

  5. @masDan: yes..yes..yess…

    @cebong: haduh ra reti to, ra sah dibahas nek ngono ko ndak sing dirasani nesu

    @warmorning: kalo cari lawan, anak kecil yang juga gak pernah PS mas…

    @achoy: ya bos, bapaknya katanya juga baca tulisan ini. tapi kok gak komen yo..??

    @Gelandangan: kapan ..??

    @wathon: iyes itu yun, berbanggalah kau jadi saksi sejarah para legenda desa kajen… he2..

    @sarahnotalone: siip…

    @ndik: njih mbah…

    @mbadeni: weh, kreatip

Tinggalkan Balasan ke Gelandangan Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: