tentang seekor kambinG

Lihatlah itu mereka, segerombol makhluk hidup, dengan peran dan fungsinya masing-masing…

kurban1

Lihatlah itu kambing jantan,
Oh, dia mati diujung golok. Halah, perhatikan lagi kalimat itu: ”dia mati diujung golok”

Terdengar sadis bukan?

Tentu bukan, karena ini adalah Idul Adha…

Lihatlah itu si kambing jantan,

Dia mati dengan iringan doa dan takbir

Lihatlah lagi, itu dagingnya lalu dibagikan ke orang-orang

Juga membuat orang-orang yang jarang makan daging kambing jadi bisa memasaknya tanpa harus membelinya terlebih dahulu

Lihatlah,

Sebuah kematian yang sangat bermutu bukan?

Kalau kau bicara tentang makna hidup, bukankah kambing itu telah menyelesaikan hidupnya dengan sebuah makna?

Ya, dia mungkin tersenyum melihat dagingnya dinikmati banyak orang

Ya, dia mungkin tersenyum melihat orang-orang itu begitu menyukainya

Ya, dia mungkin tersenyum melihat orang yang kemaren membelinya terlihat puas karena hajatnya untuk beribadah telah kesampaian

Ya, dia mungkin tersenyum melihat orang yang selama ini memeliharanya telah mendapat banyak uang dari hasil penjualannya

Ya, dia mungkin tersenyum melihat anak-anak dari orang yang memeliharanya selama ini itu senang karena bapaknya jadi punya uang sehingga mereka dibelikan sesuatu

Ya, dia telah selesai menjalani tugasnya di dunia dengan good ending

Good life ya dus, wedus tenan kowe…

34 respons untuk ‘tentang seekor kambinG

Add yours

  1. @suwung: weduse yo pengen ketoke mas…

    @taktiku: sudah takdirnya kambing..

    @bocahkureng: belajarlah dari wedus, he2…

    @ILYAS ASIA: weh, jadinya siluman mbek donk itu

    @Rita: mungkin begitulah itu…

    @easy: yuuk..
    wis entek jeng…

  2. @sarahtidaksendiri: ya, slamet juga
    oh, slamat datang kembali kalo gitu, monggo dipenakke

    @humormbendol: hidup mbendol..

    @nothing: wedus memang wedus..

    @namada: he2, yes jeng

    @han han: semua makhluk hidup punya tugas mulia kalo dikir-pikir bos, he2..

    @diajeng: loh?? kasian kang arjo yang bakul sate kambing itu dong jeng

  3. @suwung: weh, kowe kok pinginan to mas?

    @vee: wedus berperan jadi dirinya sendiri, perannya bagus lho, nek tak daftarke mesti mlebu nominasi ep ep i

    @ciwir: yo ben… he2

    @tuyi: po yo? tilikane sik…

    @farrel: kemaren dia ngumpet dibalik kulkas jadi gak ikut kepotong…

  4. kdg2 saya berpikir…
    gimana ya perasaan para tukang sembelih hewan itu, menyayat leher mereka.. cles.. cles…. grrr.. merinding ah..

    mudah2an hewan kurban semuanya masuk surga dan kita semua diberi keberkahan. Amin.

  5. Iyo mosok kebo ora mesakne karo wedusé.. Ouw, ojo2 malah ngiri ya pengen iso berkorban demi manusia2 itu? Boleh.. Kene, sendiko dawuh… Hehe

    Tapi sayang, kadang manusianya yang tak tahu terimakasih! Loh…

  6. @cebong: grubik dapat anda dapatkan di pasar tradisional terdekat..

    @idawy: he2..,yes amin juga jeng mbem,eh jeng ida..

    @suwung: ngenteni sarapmu kebak meneh kang

    @diandiam: keboku kebo kutho om,dadi yorodo indipidualistis, ra usum mesakke geto loch…

    @agung: yeah…

    @langitjiwa: weh bakulwedus to jebul kang? he2…

    @vee:pee pee idih…

    @thefacia: ih mosoksih,lha menungsone cakep gak?

    @ernut: tul, sulum kenil juga…

    @mbak eli: weh, lanang po wedok mbak? wedus kono yo muni mbeek po ra? di angon barang po ra yo?

Tinggalkan Balasan ke ILYAS ASIA Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: