nunut ngeyuP

Sampailah aku di terminal Cirebon kurang lebih jam 10 malem, jam sepuluh malem dengan hujan yang lebat. Hujan lebat yang membuatku nyari warung untuk nunut ngeyup (numpang berteduh) dan pesen teh anget. Mampirlah aku ke warung kecil yang begitu berisik dengan house musik dangdut menghentak-hentak… (Pilihan warung yang aneh)

Kencinglah saya di kamar mandi di belakang warung itu lalu kembali ke depan minta teh botol karena kayaknya yang punya warung si mami menor enggan mbikinin teh anget, dasar pemalas…

Minumlah saya teh botol dan menyalakan rokok. Dua wanita yang kemudian saya simpulkan sebagai PSK yang sedari tadi ngobrol berdua salah seorang mendekati saya. Begitu saya ngobrol dengan si embak PSK, si embak PSK yang satunya secara tertib menjauh, memberi kesempatan bagi temannya untuk melobi saya (hey kawan, kalo bicara soal toleransi teman seprofesi, belajarlah dengan para PSK).

Dia adalah seorang yang mengaku sebagai janda muda 21 tahun, yang ngakunya belom lama cerai. Dia menyarankan saya untuk minum bir saja, habis ngebir lalu ngebor katanya. Saya pun bertanya berapakah uang yang harus saya keluarkan untuk bisa mengebor si embak. Dia menghargai dirinya seharga tiga kaos oblong yang sedang kupakai. Dia adalah anak muda yang di tangannya tergores bekas luka goresan yang sepertinya disengaja. Dia adalah anak muda dengan pendidikan terbatas yang manggut-manggut sambil mengepulkan asap rokok ketika mendengar house musik dangdut.

Ngobrollah kami tentang jurusan bis, tentang hujan, tentang bencana alam, tentang polisi yang biasanya sering melakukan razia, tapi seminggu ini tidak pernah karena menurut dia lagi sibuk ngurusin kampanye. Ngobrollah kami tentang mantan suaminya yang menurutnya brengsek dan kalo saya mendengar ceritanya saya pun mengangguk kalo mantan suaminya itu brengsek. Tapi, kalo kamu mendengar cerita dari mantan suaminya, mungkin lain lagi, mungkin kau akan memihak ke mantan suaminya karena kau telah mendengar cerita versi lain dari mantan suaminya. Lalu ketika aku dan kamu saling bertemu kita akan berdebat tentang siapa yang dalam hal ini brengsek. Lalu karena perdebatan kita tak kunjung usai, kau pun akan bilang ke teman-temanmu kalau akulah yang brengsek, sebagaimana aku pun akan bilang ke teman-temanku kalau kamu itu brengsek. Bermusuhanlah kita karenanya. Halah, malah mbulet, tapi dunia memang bulet bukan..?

Oh, bis tiga perempat yang kutunggu lalu sudah keburu datang, yang membuatku mengambil tas dan membayar minuman, untuk kemudian pergi menyongsong bis, pergi menyongsong bis dengan meninggalkan rokok yang masih setengah bungkus lebih yang diminta si embak janda muda yang PSK tadi.

Oh…

40 respons untuk ‘nunut ngeyuP

Add yours

  1. ragu nih…masa iya di tinggal gitu aja tu “ja mu”…pasti ada yang diedit nih cerita…gak yakin ceritanya cuma segini…hehe….maaf ..maaf..maaf…

  2. @suryaden: nek ayu banget malah ora dadi postingan kang…
    @mel: weh.., abis itu saya emang mandi kembung
    @sugartree: halah, pokoke percaya sama saya

  3. Realita…kusut
    terkadang sangat menarik
    untuk dibuat sebuah cerita
    untuk dibuat saling bercerita
    Atau justru hanya dijadikan bahan bercanda

    Mbak PSK, yang sedang haus….
    Tentu bukan itu cita-citamu
    Tentu bukan jadi PSK, doa dan harapan ortumu
    Dan tentu bukan itu yang dianjurkan Tuhanmu (kalau punya)

  4. @senoaji: botol sing endi?

    @joe: 081xxxxxxxxxxxx…

    @sibaho: setengah bungkus rokok, orang dia yang nyemper…

    @Umar Puja Kesuma: yang pasti, dia juga makhluk Tuhan kang…

    @Nyante Aza Lae: saya juga gal tau pasti

    @arqu3fiq: rayuannya gak maut kok, dia menghargai orang yang bilang tidak…

  5. @pak sawali: iya pak, memanage itulah yang tidak semua orang pandai

    @rizky: halah, simbah-simbah arep ngejak opo ki?

    @one stop blogging: mbangane disensor mending ra posting sisan…

    @Andre: hehe…

    @annosmile: halah, sak karepmu kang, hehe..

    @dempul: aku bukan inul batistuta

    @anak hilang: bagus nak…

    @kahfinyster: tenane..?

    @suwung: asal susialanya nggak pake bambang y

  6. Aku percoyo karo sampeyan…
    Tapi ra’ percoyo ne PSK ditinggal ngono wae…, musti PSKne elek Yo…
    Apa lagi bokek, ayo ngaku koe…
    Wakakakak…

  7. wiiw,, padal cuma ngeyup, tp ketemu yg aneh2,, ditawari yg horor2 pisan… wiikikik, yang horror juga ntu kalo pas ngeyup tiba2 ada yg nawari kunci uan ke siswa yg maw uan dgn harga tertentu, wetz!! bahayya!! selain berkurangnya razia psk,, sepertinya pengawasan ujian nasional juga berkurang,,, 😦 , jadinya cukup meresahkan para guru dan siswa yg jujur yg berada di tengah2 siswa dan oknum yang curang tsb,,

    (lhah,, maaph jd ngelantur…)

  8. @tuyi: tafsiran biasanya berdasar pengalaman, hehehehe…..

    @ajeng: ngomongin itu jeng…

    @Nisa: weee, sing arep ujian.. eh, lha wies ujian po rung cah ayu?

    @Taktiku: monggo…

    @fanz: halah…

    @vee: hahaha… nek sing koyo ngono langsung kabur wae vee, suereem…

  9. ..emm..Terminal Harjamukti ya ?.. jadi inget waktu masih muda, waktu masih sering ke Ciremai.. Premannya sangar2, calo-nya rese2, tapi psk-nya..emm… no comment dah..

  10. @arief dj: iya mas, saya juga pernah ketipu ma calo ndladuk

    @ciwir: haha..,

    @duniafannie: yo gelem fan, wong nunut ngeyup kok
    *sik, njupuk kencrunk sik….*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: