Antara buku dan pilpres

Kemaren ngajakin Mang Uung, ke Gramedia dengan tujuan awal membeli 2 buah buku yang sejak beberapa waktu lalu saya agendakan untuk dikoleksi tapi selalu tertunda. Yang pertama adalah Kisah Langit Merah-nya Bubin Lantang (ini adalah penulis yang begitu menginspirasi jaman remaja dulu yang lama sekali tak terdengar kabar beritanya), dan buku kedua adalah Ngeblog dengan Hati by Ndoro Kakung, saya ingat pernah meninggalkan komentar di blog beliau ini ketika dia mempromosikan buku ini, komentar itu adalah bahwa saya akan membelinya, dan walaupun sebagian tulisan dalam buku itu saya sudah pernah baca di blognya tapi saya tetap membelinya, karena bukankah janji itu harus ditepati, lagian kalo gak ditepati saya takut beliau ini akan bilang begini kalo ketemu saya: sudahkah anda membeli buku saya seperti yang pernah kau bilang dulu, kisanak? (hehe.., guyon Ndor, sebagai seorang yang mengaku blogger dan hobi beli buku saya emang ingin mengoleksinya kok, sungguh)
Itu adalah Gramedia yang ada di Grage Mall Cirebon, kisanak (hehe..) sehingga ketika habis muter-muter mall lalu datang itu rasa lapar, maka bergegaslah kami berdua ke warung nasi jamblang yang ada di seberang jalan, nasi beberapa kepel dengan bungkus daun  lengkap dengan lauk pauknya, teh botol with ice dan sebatang rokok itulah menunya…
Ini lho gambarnya:

jamblankz

Dan ini gambar bukunya:

ndoro lantang

Setelah mengambil foto warung nasi jamblang, si mang Uung kok ngajakin masuk lagi ke mall, katanya dia tadi ngelihat banyak diskonan. Doh, baiklah, kita masuk lagi ke mall, ke tempat diskonan kaos, …dan setelah memilih-milih si Mang Uung pun menukarkan lembaran terakhir honor jadi panitia pilpres kemaren dengan beberapa helai kaos… Haha, iya, dia yang ngasih kelingking saya tinta waktu habis mencontreng pilpres kemaren…
Hmm.. pilpres.
Anda tahu kan apa itu pilpres? Ya, pemilihan presiden, sebuah ritual melakukan pemilihan terhadap seseorang yang nantinya dipercaya untuk memimpin sebuah negara. Itu adalah sebuah cara yang tergolong beradab dan elegan untuk mendapatkan seorang pemimpin negara.
Faktanya, ada banyak cara seseorang bisa menjadi pemimpin sebuah negara. Sejarah bercerita bahwa Ken Arok dulu bisa menjadi pemimpin sebuah negara setelah membunuh Tunggul Ametung, begitu pula dengan generasi pemimpin setelah dia, mendapatkan kekuasaan setelah bunuh membunuh.
Lalu, para gubernur jenderal Belanda yang dulu begitu berkuasa, mendapatkan kewenangannya untuk memerintah bangsa ini adalah karena negaranya telah berhasil menggunakan keunggulan (senjata dan ilmu pengetahuan) untuk “menaklukkan” secara paksa nusantara. Itu sedikit contoh cara memperoleh kekuasaan dengan cara yang tidak elegan. Karena saya bukan ahli sejarah, dan karena pastinya anda tentu sudah lebih pinter dari saya, maka tidak perlulah diuraikan banyak contoh lagi….
Intinya, pemimpin yang didapat dengan cara yang baik dan beradab, seharusnya hasil yang didapat dalam kepemimpinannya pun akan lebih baik dan lebih baik. Tentunya itulah yang kita semua harapkan…

38 respons untuk ‘Antara buku dan pilpres

Add yours

  1. makane.. aku kok yo malah ikutan heran, usul jaa biar yg laen gak ikutan heran, judulnya diganti “Antara buku, pilpres, dan ken arok”. lebih patut dan terpatutkan. nuwun.

    1. di bukunya gak ada ken aroknya, adanya tulisan… hehe

      langit merah bukan langit malam,
      masalah bagus apa tidak ya jelas tergantung selera,
      saya baca bubin lantang tuh dulu waktu masih sekulah dulu, lama sekali dia gak nulis fiksi, dan cerita bubin dulu tuh perpaduan antara ironi, tragis dan humor, sekarang pun masih begitu, hanya kadar humornya yang berkurang…
      menurut saya begitu

  2. kutunggu tunggu adakah benang merah kisah dari perjalanan membeli buku, mangan sampai pilpres,,,,,,,namun tak kunjung tiba,,,
    tak apa lah,,, 🙂

  3. aku mung ngomentari sing duwe blog iki…..
    sing komen no. 1 kae lho….
    wong nulis dedwe kok heran dewe’…
    wakakakak….
    terus jan piye…, ayo nulis neh ben heran neh…

Tinggalkan Balasan ke duadua Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: