operFrotektip

Itu adalah di sebuah toko buku ketika saya sedang mengamalkan salah satu hobi saya: nguping pembicaraan orang.

Dan pada saat itu adalah sepasang suami isteri (setidaknya menurut pengamatan saya) sedang berbincang biasa saja.

“We lha, sampeyan itu kok milih bacaannya ngeri model gini to, pakne (=panggilan untuk suami)?” itu si isteri yang berkomentar tentang buku berjudul Il Principle (Sang Pangeran) karangan Niccolo Machiavelli (bukan Gigolo Mafiapel…) yang di cover depannya diberi komentar oleh Michael Hart: “Buku pedoman untuk para diktator”

“Weh lha kenapa to bune (=panggilan buat isteri)?” ini si suami yang bilang

“Apa kamu pengen jadi diktator, sehingga harus berguru pada machiavelli?”

“Owalah bune..bune, situh kok cupet banget to mikirnya…”

“Yang namanya mbaca buku itu bukan berarti lalu kita harus mengamalkan apa semua yang ada dalam buku itu. Lha, buku itu rak ya cumak karangan manusia… Lha manusia itu kan juga sama kayak kita, sering ada salahnya. Kadang pinter di sini tapi pekok di situ. Mbaca buku itu tujuannya rak ya buat menambah ilmu, menambah wacana atawa pengetahuan. Lhah, pengetahuan itu sendiri kan sebenere netral to tergantung situh yang mau menggunakannya nanti. Orang kok sukanya heboh duluan. Lha situ kan pasti juga belom mbaca kan buku ini., lagian kan belom pasti kan nyang mbuat buku ini lebih pinter dari kita…” begitu kurang lebih (lebih dikit ndak papa lah) kata si suami sambil memegang itu buku.

Weh, saya kok suka dengan kata-kata terkhir itu ” …kan belom pasti nyang mbuat buku ini lebih pinter dari kita…” Ini namanya pembaca yang cerdas, yang tidak asal nginthil (taklid alias menurut sajah), tapi memandang buku sebagai sarana sharing pengetahuan antar sesama manusia. Bagus itu…

”Jadi orang itu ya mbok jangan terlalu gampang paranoid gitu. Kalok sudah kuwatirnya berlebihan trus ini dilarang itu dilarang ya jadinya overprotektif itu namanya to bune..?” itu si suami ternyata hobi banget ndobosnya

Hmm. ..

Over kuwatir itu memang kadang identik dengan sikap ofensif lalu mengekang orang lain. Walaupun mungkin maksud awalnya baik, tapi orang yang dikekang pun jadinya malah tidak berkembang. Beberapa waktu lalu ada seorang ibu yang cerita tentang temennya. Temennya itu sayang banget sama anaknya. Karena ingin masa depan anaknya gilang gemilang, setiap hari itu anak disuruh les ini itu dan juga les itu ini. Dan si anak pun akhirnya hanya bisa mengikuti saja tanpa ada gairah ikhlas. Tentu saja tidak ikhlas, lha wong dia sedari kecil dipaksa untuk mengikuti pola pikir dan kemauan ibunya je.. Sampe kemudian pada klimaksnya si anak merasa sangat ndak tahan dan lalu meminggatkan dirinya ke rumah temennya. Kisah selanjutnya gimana saya juga gak tau, besoklah saya tanyain lagi ke ibu itu kalo ketemu di pasar…

Eniwei, memproteksi itu sebenere perlu. Yang namanya kebebasan yang bablas juga ndak baik, tapi manusia tetap membutuhkan ruang yang longgar buat mengaktualisasikan energi dan kreativitasnya. Dan jika ruang itu terus dipersempit, gawat itu namanya…

17 respons untuk ‘operFrotektip

Add yours

  1. Segala sesuatu yang diawali dengan “over” pada akhirnya tetep tidak akan baik. Namanya itu berlebih-lebihan….
    Jadi, pancen leres ngendikane panjenengan, Kang.
    Seng kepenak yo sing sedengan ae, ra luweh, lan ora kurang.
    Tapi, lek sing luweh duwite…weleh…yo uenak tenan… yo po ra? hehe…

  2. assalamualaikum,,,
    kmana aja pak’e,,
    kenalin lho, aku ini anak didikmu d stikku, angkatan 09/10..
    wah,, udah lama ya gak berkunjung k kampus qt,, hehehe
    pak’e link’y ta simpen d blog ku ya,,
    jgn lupa, brkunjung jg k blog ku,, sukur2 mw tukeran link jg..
    matur nuwn pak’e…

Tinggalkan Balasan ke achoey Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: