Tentang es krim dan bukan es krim

“if you want to make everyone happy, don’t be a leader- sell ice cream”

Itu quote dari steve jobs yang kemaren jadi foto profil di WA temen saya. Quote yang sangat bagus, saya memaknainya sebagai ajakan dari steve jobs untuk kita agar berjualan es krim…

Yes ges, eskrim itu enak bangets, banyak orang suka…

Lha.., saya kan bukan Pak Jokowi, Pak Ganjar, Pak Anis, Kang Emil atau Bu Risma.., Saya juga bukan Donald Trump apalagi Kim Jong Un. Mana berani saya dengan penuh kesadaran membuat banyak orang merasa tidak suka…

Lalu, saya berkomentar ke teman saya tadi begini : “Cocok ini nda, memotivasi buat jualan es krim… Isteriku tak suruh nyoba jual es krim gak pernah mau je. Aku bahkan udah nyiapin nama bren ; groeb&woely, nyaingi Ben & Jerry’s kamsutnya”… Tak lupa emoticon mrenges

Lalu temen saya tadi memuji saya dengan sebutan iseh edan kowe ternyata…

Waktu itu saya dengan spontan menyebutkan Ben & Jerry’s karena saya ingat pernah mendengar atau membaca tentang kisah sukses Ben & Jerry’s. Kisah tersebut sepertinya sangat relevan dengan quote bahwa jual eskrim (yang berkualitas) membuat semua orang bahagia…

Jadi setahu saya,

Pada mulanya, Ben dan Jerry adalah dua pemuda hippies di tahun 70an, yang kurang berhasil dalam hal pendidikan lalu bekerja seadanya selama beberapa waktu. Tahun 1978 mereka berdua ikut kursus membuat es krim dengan biaya murah dan kemudian dengan modal terbatas membuka toko es krim di sebuah pompa bensin yang telah direnovasi, di Vermont. Saya gak tahu persis Vermont-nya sebelah mana, pokoke US lah…

Hal paling menonjol dari Ben & Jerry’s adalah usaha mereka punya business plan yang jelas yang merupakan kombinasi dari nilai-nilai yang mereka anut dan ide-ide baru (inovasi) yang mereka miliki. Sejak awal, keduanya berkomitmen untuk membuat es krim terbaik dan bersenang-senang saat melakukannya. Inovasi yang mereka lakukan adalah pada bagiamana membuat es krim premium yang menyenangkan untuk dinikmati.

Kata Wikipedia, di tahun 1994 ada buku berjudul Ben & Jerry’s: The Inside Scoop ditulis oleh Fred “Chico” Lager. Kata si wiki, The book focuses on “How Two Real Guys Built a Business with a Social Conscience and a Sense of Humor.”

Intinya mereka mengembangkan usaha dengan dilandasi semangat untuk bersenang-senang dan menyenangkan banyak orang. Ini menyenangkan karena konon katanya, sebaik-baiknya kesenangan adalah kesenangan yang dirasakan oleh banyak orang…

Kembali ke quote di atas,

Lalu, apakah kita memang harus memilih? Jadi pemimpin atau jadi penjual es krim?

Ironisnya, saat bisnisnya berkembang pesat dengan lebih banyak karyawan, Pakde Ben dan Pakde Jerry tidak lagi hanya berjualan es krim, tapi juga harus jadi pemimpin perusahaan, memimpin banyak karyawan dan organisasi. Mungkin itu salah satu alasan mereka bersedia menjual perusahaannya ke Unilever di tahun 2000.

 

11 respons untuk ‘Tentang es krim dan bukan es krim

Add yours

  1. Saya kok gak paham ya, awalnya bahas es krim teman. Kok akhirnya bahas memilih pemimpin atau es krim?

    Memangnya temannya pemimpin?

    1. Teman saya pemimpin mbak, ya minimal pemimpin untuk dirinya sendiri lah.. 😀

      Tentang awalnya bahas eskrim trus tiba-tiba milih pemimpin atau eskrim (yang memang pilihan yang aneh), lha itu kan nyambung dengan quote di awal tulisan : “Jika anda (selalu) ingin membuat semua orang bahagia (maka) jangan jadi seorang pemimpin – (tapi) jualan eskrim (saja)”

      Demikian, terima kasih…

  2. Sebuah kisah yang memotivasi, Ben and Jerry awalnya jualan es krim dengan niat untuk bersenang-senang agar orang lain merasa senang juga. Akhirnya usaha mereka berkembang pesat. Tapi kok akhirnya dijual ya.

    1. Itu karena kamu tidak kenal si thiwuk, kalau kamu kenal pasti kamu nyimpen nomor WAnya, trus kamu akan lihat bahwa kemaren foto profilnya isinya quote itu, lalu kamu jadi tau…
      😀

Tinggalkan Balasan ke grubik Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: