Playlist Rebahan Menuju Rahim Ibu

Capek badan dan pikiran sore itu. Beberapa hari perjalanan luar kota untuk urusan pekerjaan yang melelahkan. Merebahkan badan adalah hal yang sudah sewajarnya saya lakukan.

Untuk membuat acara rebahan jadi lebih syahdu perlu lah kita putar beberapa lagu untuk didengar.

Kusering merasakannya kawan

Ingin pulang dan merebahkan badan

Di kasur empuk dan diselimuti bapakku

Rindu sayur bayam masakan ibu…

Itu reffrain lagunya Iksan Skuter yang berjudul “Pulang”. Mas Iksan adalah penyanyi asal Malang yang orang maupun lagu-lagunya sederhana dan enak didengar, setidaknya menurut telinga saya.

Saya memilih mendengar lagu itu, selain karena memang enak lagunya juga karena cocok dengan apa yang sedang ingin saya lakukan. Sama seperti sebuah film yang akan makin maknyus jika adegannya diiringi dengan musik yang tepat, maka urusan mendengar lagu dalam keseharian pun akan lebih maknyus jika sesuai dengam kondisi mood maupun kontekstual dalam apa yang sedang kita alami.

Kata “ingin pulang dan merebahkan badan” adalah kalimat yang pertama kali terngiang ketika saya memilih lagu itu untuk didengar. Pengen rebahan.., leyeh-leyeh dan ngeluk geger kalau dalam bahasa Jawa…

Lha lagu si Iksan ini ternyata tidak hanya menjadi pengiring rebahan saja. Tapi waktu itu, dalam kondisi yang lelah, tidak hanya secara fisik, saya dapat merasakan benar kerinduan Mas Iksan untuk pulang  merebahkan badan dan diselimuti bapaknya. Iya lah, kerinduan untuk jadi anak-anak lagi.

Menjadi orang dewasa yang punya banyak tanggungjawab itu kadang melelahkan. Lelah secara fisik, secara batin dan kadang juga secara eksistensi. Dan mungkin memang ada satu bagian dari diri kira ini yang  selalu rindu untuk mengalami rasa nyaman diselimuti bapak kita.

Ya..,

Imajinasi tentang rasa nyaman si Mas Iksan ini lalu diteruskan dengan imajinasi liar Jason Ranti yang ingin pulang ke rahim ibunya.

Berbeda dengan “Pulang”-nya Iksan yang bercerita tentang kerinduan yang sederhana kepada orang tua dan masa kecil, “Pulang ke Rahim ibunya” dari Jason Ranti ini liriknya lebih absurd, penuh ironi dan filosofi juga bisa dibilang agak berat.

Tapi saya lagi pengen rebahan, saya tidak ingin menganggap lagu ini berat, jadi saya ambil seperlunya saja bahwa rahim ibu adalah tempat yang nyaman sehingga bawah sadar kita akan selalu merindukannya. Jadi sama lah dengan Iksan yang rindu diselimuti ayahnya, maka si Jeje (panggilannya Jason Ranti) juga rindu kenyamanan saat berada di rahim ibunya…

Biar afdol, saya kutipkan sepenggal “Pulang ke Rahim Ibunya”:

Lisa ingin sekali belajar filosofi

Sedikit ilmu hidup, sedikit teologi

Lisa matanya buram mungkin hatinya suram

Ia mulai bertanya untuk apa di sini

Ia buat rencana pulang ke rahim ibunya

Dari liriknya, jelas ini bukan lirik yang santai. Tapi setidaknya si Jeje juga membawakannya dengan santai, sangat santai malah. Dan saya juga sedang ingin bersantai. Saya pun bisa bersantai dengan lagu ini, membayangkan imajinasi untuk kembali ke tempat nyaman bernama rahim ibu…

Soal kenyamanan rahim ibu ini, Efek Rumah Kaca juga menguraikannya dengan maknyus dalam lagu “Seperti Rahim Ibu” yang merupakan OST Mata Najwa. Anda semu apasti tahu apa itu Mata Najwa dan siapa itu Najwa Shihab. Konon, Mbak Najwa Shihab yang cantik dan cerdas itu sendiri yang menulis liriknya.

Kolaborasi yang menyenangkan antara jurnalis dan musisi. Kalau ada kolaborasi dua orang pandai dari dua dunia yang berbeda gini saya kok seneng banget ngelihatnya. Najwa adalah jurnalis wanita yang acara tv-nya cukup fenomenal, sedang Cholil dan teman-temannya di Efek Rumah Kaca adalah band indie yang juga salah satu yang paling fenomenal. Dua orang beda dunia bekerja bersama-sama, senang sekali melihatnya…

Seandainya negeriku

Serupa rahim ibu

Merawat kehidupan

Menguatkan yang rapuh

Tidak hanya nyaman, rahim ibu juga bisa memberi perlindungan dan memberi kekuatan. Ini lagu yang sangat serius, sebagaimana acara Mata Najwa yang selalu membicarakan negara dan segala macam hal penting tentangnya.

Tapi sekali lagi, ini konteksnya adalah saya yang sedang ingin rebahan. Saya tidak sedang ingin memikirkan peliknya masalah negara, jadi ya saya ambil seperlunya saja, sepenggal inspirasi dalam lagu ini, bahwa ada tempat menenteramkan yang pernah kita rasakan bersama. Tempat dengan kenyamanan dan keamanan yang begitu besar saat dulu kita berada di rahim ibu…

Ah..,

Terima kasih lah untuk kalian yang begitu pandai menggubah lirik dan lagu…

Di kejauhan, sayup terdengar suara orang-orang yang mengatakan bahwa hayalan kembali ke rahim ibu adalah hal yang sia-sia, bahwa tidak seharusnya orang dewasa memikirkannya, bahwa itu adalah bagian dari kemalasan, bahwa tidak seharusnya seorang pekerja keras memelihara kemalasan barang sedetikpun, bahwa…

Ah..,

Zzzzzz… zzzzzz…. zzzzz…

14 respons untuk ‘Playlist Rebahan Menuju Rahim Ibu

Add yours

  1. Baru sepenggal saja mas kutip lirik lagu Seperti Rahim Ibu, saya langsung merasa nyes di hati. Merinding.
    Benar kata orang, laki-laki secara fisik mungkin lebih kuat daripada perempuan, tapi secara medis tubuh perempuan lebih tangguh daripada laki-laki.

    Saya mau dengar dulu lagunya ah.

  2. Baru pernah dengar ERK kolaborasi sama Mbak Najwa, nanti saya cobain yang punya Mas Iksan dan Bang Jeje deh.

    Jika lagi lelah banget sama kehidupan dan membayangkan bisa jadi bocah yang rebahan di pangkuan ‘ibu’, lalu seakan-akan nanti merasa kuat lagi, selain lagunya Iwan Fals, lagu Rusa Militan – Senandung Senja adalah favorit saya. Asyik didengar.

    1. .Ah iya, Iwan fals the best lah…

      Kalo saya, untuk mengiringi diri yang lagi capek (lahir maupun batin), sebenarnya gak selalu harus folk-folk indie, sih.., tergantung mood, bervariasi.., didi kempot juga kadang 😀

      Ini ngetik bales komen, sambil dengerin sting, shape of my heart, yang mengalun perlahan bersaing dengan suara chanel yutub acan acin di ruang sebelah… 😀

  3. Menjadi orang dewasa yang punya banyak tanggungjawab itu kadang melelahkan.

    Sepakat sekali, pak. Apalagi kalo yg udah punya anak, mikirin biaya ini itu, biaya buku sekolah hingga kuliah, dan sebagainya.
    PAsti pusing yaa.

  4. Hallo mas Grubik, salam kenal. saya tahu blog mas dari mas anton 😀

    Detail sekali ceritanya mas. Inginnya rebahan tapi kepikirannya sambil mikirin hal berat ini mah. Apakah jadinya sampai ketiduran atau malah jadi pengen nulis dan ini hasil tulisannya? hihi

    1. Siap, mbak.. Salam kenal juga
      Ya kalau niatnya pengen istirahat, lirik yang berat dikesampingkan dulu mbak, biarkan nada yang berbicara.. Aih-aih… 😀 😀

Tinggalkan Balasan ke Yoga Akbar S. Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: