Edukasi JASMERAH

Ardhito Pramono adalah seorang musisi muda bertalenta dengan skill bermusik yang mumpuni. Genre musiknya jazz dan pop atau entah apa lah terserah dia, yang jelas dia sangat bisa membawakan lagu-lagu secara ngejazz, dan itu sepertinya jaminan bahwa dia punya skill dalam bermusik.

Kadang saya berpikir, kalo jazz itu ada sedikit kesamaannya dengan blog. Jazz adalah genre musik yang memerlukan skill bermusik yang baik, meski begitu industri musik jazz tidak seramai musik pop atau dangdut misalnya. Jazz cenderung  eksklusif, dinikmati oleh segmen tertentu. Sama lah dengan dunia blog jika dibandingkan dengan medsos, jarang ada blogger viral, ya setidaknya jauh lebih jarang jika dibandingkan para artis layar sentuh di medsos…

Beberapa waktu lalu si Ardhito ini pernah diserang netijen karena dianggap mendukung RUU Cipta Kerja. Hal tersebut terjadi karena Ardhito dianggap ikut mempopulerkan tagar Indonesia Butuh Kerja di twitter. Belakangan dia membuat pernyataan minta maaf terkait unggahannya dan menjelaskan bahwa dia sama sekali tidak tahu kalau tagar tersebut terkait dengan RUU Cipta Kerja. Ia mengaku saat briefing tidak ada keterangan apapun tentang RUU tersebut. Ardhitio minta maaf dan mengembalikan uang yang ia terima.

Kalau menurut saya sih sebenernya gak papa juga kalo dia misal memang menerima job terkait RUU tersebut, asal dia punya alasan yang masuk akal. Tapi nyatanya dia memang tidak mendukung RUU tersebut dan mengembalikan uangnya. Senasib dengan si Ardhito yang di”manfaatkan” adalah si Gofar Hilman, penyiar radio dan punkpreuner ini juga telah membuat klarifikasi permintaan maaf tentang ketidaktelitannya dalam menerima order.  Dia juga gak tahu kalo itu terkait RUU Cipta Kerja. Bedanya, si Gofar tidak mengembalikan uangnya. Ia memilih memberikan uang sejumlah beberapa juta itu untuk urusan aktivitas perlindungan kucing. Alasannya, kucing tidak akan meributkan tentang darimana uang itu berasal, jadi biar gak ribet. Alasan yang sarap, tapi begitulah yang saya dengar dari cerita Gofar sendiri saat ngobrol dengan Soleh Solihun di chanel yutubnya…

Entahlah, tapi akhir-akhir ini saya kok seneng ndengerin orang ngobrol di yutub. Selain musik, saya sekarang senang berleyeh-leyeh sambil ndengerin orang ngobrol. Mereka menyebutnya podcast

Sebagai musisi muda, Ardhito Pramono telah melahirkan banyak karya. Beberapa ia unggah di channel yutubnya. Dan sebenarnya juga, postingan ini lahir setelah saya tertegun pasca menikmati lagu-lagu lawas yang ia unggah di segmen JASMERAH di channel yutubnya tersebut.

Iya, jasmerah! Itu ungkapan terkenal Bung Karno yang mengingatkan kita semua, anak cucunya ini, agar tidak lupa pada sejarah…

Sejauh ini, beberapa penyanyi maupun pencipta lagu jaman dulu yang ia cover lagunya di JASMERAH adalah: Theresa Zen, Amin Usman, Sjaiful Bachri, Ismail Marzuki, Jack Lesmana, Sam Salmun, Rudy Rusady dan Maladi.

Tidak hanya cover lagu, ia juga menyampaikan profil singkat dari penyanyi maupun lagu tersebut di akhir video. Jadi tidak hanya menikmati lagu, kita juga mendapatkan edukasi…

Ah iya, edukasi…

Walau si Ardhito ini umurnya jauh di bawah saya. Yang saya bahkan bisa menyombongkan diri kalau saya sudah hafal banyak lagu Iwan Fals ketika ia belum lahir. Tapi ya, biasa saja, saya merasa nyaman-nyaman saja diedukasi olehnya. Selain cara dia menyanyikan lagu yang memang enak didengar telinga saya, juga informasi yang ia berikan juga relatif baru bagi saya. So, saya memang teredukasi…

Konon, si Ardhito ini punya banyak referensi lagu lama adalah dari neneknya yang merupakan penyanyi istana jaman Presiden RI pertama. Informasi ini saya denger dari acara ngobrol lainnya di yutub, yaitu Ngobryls yang dibawakan oleh Jimi Upstair dan Ricky Malau, yang waktu itu bintang tamunya si Ardhito.

Jadi, kalau misi Ardhito adalah ingin mengedukasi lewat JASMERAh-nya, maka ia cukup berhasil. Setidaknya, saya yang berkata demikian…

Bicara soal edukasi oleh anak muda, saya lalu teringat anak muda lain yang kemarin begitu bersemangat ingin mengedukasi seluruh penduduk negeri ini untuk tidak menggunakan kata anjay. Sayangnya dia dibully habis-habisan. Saya tidak ikut membully tapi juga tidak begitu sreg dengan apa yang ia presentasikan…

Ada banyak alasan kenapa edukasi versi Ardhito lebih bisa saya terima ketimbang si anjay, diantaranya ya si Ardhito ini tidak menyenggol siapapun, juga tidak menjudge apapun, terserah kalian mau dengar atau tidak yang jelas ini lho yang ingin saya sampaikan. Dan yang paling utama ya, kualitas konten yang memang berbeda. Begitu kurang lebih…

14 respons untuk ‘Edukasi JASMERAH

Add yours

  1. Beda pilihan dan beda pendapat sampai segitu ya
    dan bahkan sampai takut
    Saya sendiri juga kurang begitu mengerti itu isi undang-undangnya
    Ah mungkin karena kita sudah teribasa disamakan saat masih sekolah di TK, sehingga jika ada beda pendapat tampak asing dan terasingkan.
    musik jazz memang eksklusif
    Saya sangat suka dengan jenis musik ini

    1. Ya sebenarnya wajar juga sih kalo seorang penyanyi takut kehilangan simpati dari dari pendengarnya…, apalagi itu karen sesuatu yang tidak ada hubungan dengan permusikan…

  2. Kalau nggak salah saya pertama kali dengar lagunya Ardhito Pramono dari rekomendasi Spotify, Mas Grubs. Tak buka, ternyata elok juga musiknya. Rasanya kayak mendengarkan Sinatra atau Buble versi Indonesia. Salut juga kalau ternyata Ardhito menyelipkan unsur edukasi dalam karya-karyanya. Mudah-mudahan dia jaya. 😀

    1. saya nonton tv paling cuma kalo ada bola… TV di rumah paling sering sekarang upin ipin yang seharian dinyalain anak-anak, entah ditionton atau jadi backsound mereka bermain di rumah… 😀

  3. apa ya, soalnya budaya (((kita))) pesohor atau berfollower banyak, dianggap benar dan omongannya benar, je.. yang benar-benar ahli di bidangnya malah bisa diserang oleh bot dan pengikut sesuatu yang kadang pendapatnya ngawur kalo ngga sejalan..

  4. Saya baru dengar tentang Ardhito di medsos karena kontroversi cuitannya..
    Membaca lebih jauh disini sebetulnya dia anak muda berbakat ya 😀 Sayang bila masyarakat tidak fokus kepada hal2 positif yang dia hasilkan.
    Terima kasih sharingnya mas…

    1. Belakangan, cuitannya tentang PSBB juga sempat jadi sorotan lagi…, kalo gak salah mengeluhkan PSBB yang mematikan panggung para musisi.., sempat dihujat dan minta maaf lagi 😀
      Musisi mau menyuarakan pemikirannya itu hak mereka.., sampai saat ini saya masih suka dengerin beberapa lagu ahmad dhani meski saya tidak sependapat dengannya dalam banyak hal…
      Contoh lain, si Noel Gallagher (oasis) adalah fans Manchester City, sebagai fans MU saya benci banget dengan Man City, tapi denger si Noel nyanyi saya ya enjoy-enjoy saja, banyak juga fans MU yang kayak saya juga sepertinya… 😀 😀

  5. Sepertinya saya belum pernah mendengar karya Ardhito ini. Memang jarang dengerin musik sih, hehehe.. Tahu dia karena pernyataan2 kontroversialnya di twitter.
    Coba saya dengerin dulu musiknya abis ini, walau ya ga ngerti2 amat tentang musik.. 😀 😀 😀

Tinggalkan Balasan ke Zam Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: