Pensiun…

Seorang teman menolak ketika saya tawari rokok kretek. Dia menolak dan bilang kalau dia sudah pensiun dari dunia rokok merokok.

Mungkin dia menganggap bahwa merokok adalah sebuah karier sehingga ketika tiba masanya maka ia harus pensiun.

Setelah saya tanya lebih lanjut, ternyata teman saya ini mendefinisikan pensiun sebagai “berhenti”. Pensiun merokok berarti berhenti merokok.

“Lha berarti rambu lalu-lintas S dicoret yang artinya dilarang stop alias dilarang berhenti itu bisa diganti dengan P dicoret, dilarang pensiun? Lhah ya nanti sama dengan rambu dilarang parkir?” saya mengkritisi definisi pensiun temen saya yang dijawab singkat :”Ndasmu..

Ndas adalah bahasa Jawa yang katanya kasar, artinya kepala. Ndasmu, ya berarti kepalamu. Itu adalah ungkapan sayang yang biasa diucapkan bila kita tidak sependapat dengan temen kita, atau menurut kita apa yang dikatakan oleh temen kita konyol…

Pensun (sebagai kata kerja) artinya adalah “tidak bekerja lagi karena masa tugasnya sudah selesai”. Itu menurut kamus Besar Bahasa Indonesia versi online yang barusan tadi saya buka. Teman saya tadi gak sepenuhnya salah, pensiun dan berhenti memang masih sodaraan…

Soal pensiun..,

Ada pekerja yang menyambut gembira masa pensiun, bahkan mempercepat datangnya masa tersebut dengan mengajukan pensiun dini. Tapi, ada juga takut pensiun, ada juga yang dipaksa pensiun, ada yang pensiun sebentar terus balik kembali bekerja lagi. Ada juga yang langsung pikun beberapa tahun setelah pensiun…

Ada beberapa tipe orang pensiun,

Ada pensiunan yang melanjutkan pekerjaan semula. Yang paling banyak ya olahragawan. Andrea Pirlo, Zinedine Zidane, Pep Guardiola, kalau di Indonesia ya  Aji Santoso adalah contoh pemain bola yang setelah pensiun melanjutkan karier di dunia sepakbola sebagai pelatih.

Selain jadi pelatih, banyak juga pensiunan pemain bola yang dipekerjakan di manajemen klub, menjadi komentator di tv atau ada juga yang jadi presenter acara petualangan.

Di beberapa tempat, ada satpam yang merupakan pensiunan tentara. Beliau-beliau ini melanjutkan rutinitas untuk memakai seragam dan menjaga keamanan di masa pensiunnya.

Ada juga orang yang sukses di banyak bidang lalu pensiun untuk kemudian lalu kembali mengerjakan apa yang disukainya pada masa tua.

Kita mengenal seorang Dahlan Iskan sebagai mantan menteri, mantan direktur juga mantan raja media.

Setelah malang melintang di berbagai dunia bisnis dan politik, Dahlan Iskan kembali ke dunia media. Tentu bukan media yang sama seperti dulu ketika ia merintis karier sebagai wartawan di sebuah koran kecil di Samarinda lalu sampai akhirnya berhasil membawa Jawa Pos menjadi salah satu media terbesar di tanah air.

Saat ini Pak Dahlan, di usianya yang sudah 69 tahun memiliki media berupa blog, saya masih menganggap itu blog karena memang bentuk tulisannya yang menurut saya bisa lah untuk disebut blog. DI’sway atau Dahlan Iskan’s Way setiap harinya menerbitkan tulisan Dahlan Iskan tentang berbagai macam hal, biasanya yang terkait dengan isu terkini atau apa yang sedang ia lakukan. Belakangan, selain menerbitkan tulisan di internet. DI’s Way makin besar dan dikelola secara profesional, punya server sendiri, punya kantor sendiri dan bahkan sudah pula menerbitkan harian DI’sWay secara cetak.

Ada banyak cara orang menikmati masa tua. Tidak harus diam saja di rumah berleha-leha. Yang dilakukan oleh Pak Dahlan atau pensiunan tentara yang menjadi penjaga keamanan bisa juga dikategorikan menikmati masa tua karena mereka melakukan kegiatan yang mungkin saja memang mengikuti passion yang mereka miliki…

Sebagai manusia normal versi Spongebob, saya juga akan kedatangan masa pensiun kalau umur saya sampai, kalau masih terus dipakai oleh instansi yang menggaji saya…

Dalam sebuah episodenya, Spongebob pernah galau karena dibilang tidak normal oleh Squidward. Kegalauannya tersebut membuatnya ingin belajar menjadi normal. Dia kemudian belajar untuk menjadi orang normal. Orang normal adalah orang yang berambut rapi, berpakaian rapi dan bekerja di kantor setiap hari, memiliki cara kerja yang sama, selera yang sama dan bahkan ucapan mereka selalu sama setiap harinya. Dia akhirnya bosan menjadi orang normal…

Sebagai pekerja kantoran, saya agak  misuh-misuh juga melihat penggambaran manusia normal tersebut.  Seolah-olah kehidupan pegawai kantor itu tidak ada asik-asiknya, walau memang harus diakui, saat terbaik dari bekerja di kantor adalah saat liburan…

Penyakit utama orang normal dengan rutinitas normal adalah bila datang masa new normal. Bisa dibilang, masa pensiun adalah new normal, yang kadang tidak semua orang siap menghadapinya. Dari semula punya rutinitas tetap menjadi tidak punya. Dari semula memiliki kewenangan menjadi orang biasa saja…

Ngeblog adalah sebuah rutinitas lain yang tidak mengharuskan pensiun selama kita masih dengan senang hati melakukannya. Ini menyenangkan, bagi orang normal macam saya…

20 respons untuk ‘Pensiun…

Add yours

  1. Bagaimana kalau MU kalah terus mas.. apa perlu pensiun juga jadi penggemarnya? Kalah lagi tuh, masa sama Crystal Palace saja tumbang… wakakaka

    Btw, well, memasuki masa pensiun tidak berarti harus berhenti berkarya dan menikmati hidup kan. Bukankah justru diberikan waktu untuk menikmati apa yang kita sukai.

    Makanya saya juga menyiapkan diri untuk masuk masa itu, sekitar 5-6 tahun lagi.. Passion saya menulis, jadi saya mau jadi blogger full time saat itu

    1. MU kalah mah perkara biasa dalam beberapa tahun belakangan, sudah gak aneh lagi. Ya sama lah kayak liverpool yang kemaren 30 tahun gak juara-juara… 😀 😀

      Well.., Lovely Bogor Network kayaknya sudah cukup siap untuk itu… 😀
      Sukses lah bos…!!!

    1. Saya dulu terakhir blog-blogan ya pas kita mainan posterous itu (blog di wordpress ini sudah mati suri kala itu). Posterous tidak terous lagi, saya pun pensiun ngeblog…
      Belakangan saya kepengen aktif ngeblog lagi dan melanjutkan saja blog ini. Jadi saya sekarang sudah pensiun dari pensiun ngeblog… 😀

  2. Di dunia kerja saya sebagai PNS, kata pensiun cukup familiar meskipun bahasa resminya purna bakti. Mungkin kalau bekerja menjadi PNS, lalu pensiun, ada kegalauan tersendiri. Seperti beberapa mantan pejabat yang sudah pensiun, masih dilibatkan untuk urusan pekerjaan karena pengalamannya. Itu membuat yang pensiun tidak benar-benar merasa pensiun.
    Padahal seharusnya pensiun itu kan seperti lengser keprabon, melepaskan jabatan untuk mempersiapkan diri untuk perjalanan di sisa hidup.
    Saya sendiri belum terpikir akan pensiun sebagai PNS. Mungkin ada jalan yang bisa saya usahakan untuk mencari tantangan lain yang diperkenankan sang pencipta hidup.

      1. Hehe,, saya kurang tahu pasti seseorang yang lengser keprabon itu seharusnya bagaimana mas, takut salah ngomong.
        Mungkin intinya beristirahat dari beban kerja yang selama ini ditanggung. Apalagi kan pensiunnya PNS itu sudah mendekati kepala enam, sudah tua. Seharusnya menikmati masa tua, balas budi memperhatikan istri yang selama ini mendukung karirnya.

        Jadi ketinggian nih omongan dan khayalan saya. Sorry ya, mas. 😊

Tinggalkan Balasan ke grubik Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: