Blind spot diantara kita

Pada sebuah perjalanan saya merasa kehausan dan mampir ke sebuah kios kecil di pinggir jalan. Beli air mineral sekalian beli rokok .

Uang saya seratus ribuan dan harga air mineral plus rokok kurang dari itu sehingga ada kembalian. Si penjual gak punya kembalian pas, jadilah dia nukar duit ke warung sebelah. Lumayan lama saya nunggu, sambil buka internet lewat HP.

Si penjual datang membawa kembalian. Saya pun menutup HP, menerima uang kembalian tersebut lalu memasukkannya ke dompet dan bergegas pergi tanpa ingat rokok yang tadi masih tergeletak di kios tersebut. Saya baru menyadari setelah selesai makan, puluhan kilometer dari lokasi kios kecil tadi. Untungnya air mineral masih saya bawa karena begitu menerima tadi langsung saya buka dan meminumnya…

Jadilah saya beli rokok tapi gak bawa rokok.

Sebungkus rokok tersebut sebenarnya sudah saya pegang tapi kemudian saya letakkan lagi di meja jualan. Sebungkus rokok tersebut luput dari perhatian karena konsentrasi saya terbagi antara sebel nunggu kembalian yang lumayan lama dan artikel di HP yang saya baca. Si pemilik kios juga tidak menyadari ihwal rokok tertinggal ini karena saat menyerahkan kembalian dia tidak masuk lagi ke kiosnya, tapi melanjutkan ngobrol dengan temannya di depan kios…

Rokok pada saat itu menjadi semacam blind spot. Benda itu ada di depan mata tetapi luput dari perhatian dan menjadi semacam titik buta yang tidak terdeteksi oleh atensi saya. Blind spot

Blind spot itu beda dengan hotspot, sebagaimana hotspot itu juga beda dengan hotpant

Oke..,

Karena sudah niat menjadikan tema ini sebagai bahan tulisan maka saya pun googling dengan keyword “blind spot adalah”. Di halaman teratas muncul artikel-artikel otomotif tentang bahayanya blind spot atau titik buta pada saat mengendara. Titik buta saat mengendara adalah area yang tidak terlihat oleh pengendara kendaraan. Tiap kendaraan punya area blind spot yang berbeda-beda. Sopir bis akan memiliki area pandang yang jauh lebih luas karena bis lebih tinggi dari kendaraan pada umumnya.

Saya kadang dengar istilah blind spot  di sepakbola. Itu biasa terjadi jika ada pemain tengah atau pemain belakang yang tiba-tiba melakukan serangan dan mencetak gol. Pemain tersebut tidak diperkirakan akan berada di situ karena fokus pemain bertahan lawan adalah ke striker. Komentator lantas bilang kalau ia muncul dari daerah blind spot. Di sini, blind spot terjadi bukan karena tidak bisa dilihat, tapi karena perhatian orang tidak tertuju ke dia pada saat itu.

Nah, ini sama dengan kasus saya tadi. Karena fokus perhatian saya tersedot ke HP plus rasa jengkel kelamaan nunggu plus sedikit terburu-buru karena akan melanjutkan perjalanan maka bungkus rokok di depan mata itu pun luput dari perhatian saya…

Lha kan memang gitu kan ya? Apa pun itu kalau luput dari perhatian kita ya bisa saja tidak terlihat. Bahkan katanya kuman di seberang lautan saja bisa tampak pada saat gajah di pelupuk mata gak kelihatan…

Lalu..,

Blind spot ini kadang dipelihara dan ditumbuhkembangkan…

Lha bagaimana blind spot kok dipelihara dan ditumbuhkembangkan?

Misal seorang wanita, sebut saja Romlah Mirkovic yang minta diceraikan oleh suaminya. Keinginan tersebut muncul sebagai akibat akumulasi banyak peristiwa yang membuat Romlah sangat benci dengan suaminya. Sisi baik suaminya menjadi blind spot yang sama sekali tidak nampak…

Blind spot tersebut muncul dari berbagai ketidakcocokan yang tak terselesaikan. Kadang dari permasalahan wajar suami isteri. Ketika ada masalah dengan suaminya, Romlah Mirkovic curhat ke ibunya. Sebagai ibu jelas membela anaknya dengan cenderung menyalahkan si suami untuk semua pertengkaran yang terjadi.

Selain ke ibu, Romlah Mirkovic juga curhat ke teman-temannya. Dan sekali lagi, temannya tersebut membelanya habis-habisan dan menjadikan semua tingkah laku suaminya sebagai bahan cemoohan. Ya makin tak terlihatlah sisi baik si suami karena tiap hari selalu dicekoki opini menyalahkan yang membabi buta…

Kondisi ini diperparah dengan si suami yang juga mendapat masukan dari circle pergaulannya. “perempuan kayak gitu tinggal aja…”

Klop…

Kebaikan pasangan lalu jadi blind spot, tak terlihat sama sekali, luput dari fokus perhatian…

Dan sebenarnya, ada banyak titik buta dalam banyak hal kalau kita mau mencari dengan lebih teliti. Titik buta yang secara sadar maupun tidak sadar kita bikin sendiri. Titik buta itu bisa berasal dari sekat yang bernama etnosentrisme, dari sekat perbedaan agama, dari sekat perbedaan generasi, dari sekat perbedaan selera dan banyak lagi. Selalu ada detil baru yang akan kita sadari jika kita bersedia membuka sekat-sekat tersebut. Melihat dari perspektif orang lain, dari perspektif manusia yang berada di sekat lain…

8 respons untuk ‘Blind spot diantara kita

Add yours

  1. Blind spot ke hot spot terus yaa malah jadi hot pant ya mas 😅😅

    Yaa, aku pertama baca judul ini, blindspot, ingatanku pasti mengarah ke titik buta dalam mengendara. Namun dalam cerita mas nya ini, agak sedikit berbeda ternyata.. Blind spot nya, ihwal rokok yg tertinggal di warung. Heheh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: