Memosisikan Posisi

Posisi menentukan prestasi. Kata itu dulu sering terdengar pada saat ujian sewaktu masih sekolah. Maksudnya ya posisi duduk pada saat ujian, apakah itu di lokasi yang memudahkan kita untuk sedikit curang atau berdekatan dengan anak pandai dan baik hati yang mau memberi kita petunjuk biar tidak tersesat dalam ujian. Semakin menguntungkan posisi duduk ya semikin tinggi kemungkinan nilai baik diperoleh.

Kalau ada orang yang paling juara dalam hal “posisi menentukan prestasi”, tentulah Filippo Inzaghi orangnya. Striker Italia jagoan kita ini adalah orang yang paling pas kalau kita ngomongin “posisi menentukan prestasi”. Diantara semua striker hebat di dunia, Inzaghi adalah yang paling pandai menempatkan posisi sehingga katanya bukan ia yang mencari bola tapi bola lah yang mencarinya. Dengan skill yang tidak terlalu istimewa, tubuh yang tidak atletis (cenderung cungkring) untuk ukuran striker kelas dunia, penempatan posisi adalah kemampuan terbaik yang dimilikinya. Dan ia membuktikannya, dengan insting tinggi dalam menempatkan posisi ia memang lalu menjadi pesepakbola berprestasi dengan torehan gol yang spektakuler. Juara Liga Italia, juara Liga Champions juga bahkan predikat juara Piala Dunia pernah diraihnya…

Dari Inzaghi kita faham, bahwa posisi menentukan prestasi adalah bukan isapan jempol…

Kepandaian dalam menempatkan posisi adalah kunci….

Dalam konteks Inzaghi, posisi bukanlah sesuatu yang didapatkan dari langit atau didapatkan berdasarkan nasib seperti pada mendapatkan tempat duduk  saat ujian. Penempatan posisi yang tepat berasal dari naluri dan kemampuan pembacaan permainan yang mumpuni.

Kemampuan membaca situasi akan membuat seseorang pandai menempatkan posisi, menjadi right man in the right place..

Untuk memiliki kemampuan yang baik dalam membaca situasi diperlukan pengalaman. Pengalaman saja tidak cukup karena yang terpenting adalah bagaimana menggunakan pengalaman yang dimiliki agar berguna dalam menjadi referensi untuk membuat keputusan. Keputusan untuk berada di posisi tertentu dan melakukan sesuatu yang tepat di posisi itu.

Tapi..,

Belakangan, dalam hingar bingar politik kita melihat seseorang yang sebelumnya ada di posisi A lalu karena adanya pergerakan politik jadi tiba-tiba berada di posisi B. Dari biasanya menghujat B lalu berubah 180 derajat menjadi pembela yang membabi buta. Saya gak tahu apakah orang ini bisa dikatakan pandai menempatkan posisi atau malah justeru terjebak oleh posisinya. Atau mungkin juga memang begitu cara mainnya? Entahlah…

Terjebak oleh posisi .., posisi bisa menjebak?

Ya sama lah dengan Inzaghi yang sering terjebak offside.

Kadang kita ada di posisi sulit dihindari lalu offside. Dari Inzaghi kita sekali lagi bisa belajar bahwa offside belasan kali dalam sebuah peretandingan gak masalah, akan ada momen dimana dia sudah berada di kotak penalti dan mencetak gol. Entah itu dari lawan yang lengah, dari bola muntah, dari umpan terobosan seorang teman atau dari manapun itu…

Masalahnya tidak semua orang seperti Inzaghi. Ada orang yang baru terjebak offside sekali sudah lalu merasa dunia akan kiamat dan berhenti berusaha.

Dan kadang,

Tidak hanya posisi offside yang menjebak..

Posisi wuenak juga sering memerangkap orang-orang kayak saya. Wuenak berasal dari kata “enak” yang diperlebay menjadi wuenak, artinya enak banget….

Posisi wuenak adalah posisi dimana kita sudah merasa enak dan enggan untuk beranjak. Misal saat kita sedang tiduran atau duduk bersantai pada saat jam istirahat…

Posisi wuenak adalah posisi dimana kita telah menyelesaikan sebuah deadline lalu beristirahat sejenak, liburan sejenak.

Gak ada yang salah dengan liburan. Yang menjadi masalah adalah jika liburan itu tidak kunjung usai. Setidaknya itu yang terjadi dengan blog ini dulu. Saya dulu memutuskan untuk libur dulu tidak nulis. Libur dulu itu ternyata jadi libur lama…, dan terus.., dan terus….

Posisi wuenak yang lebih permanen, beberapa kawan juga sering menyebutnya dengan zona nyaman. Zona yang sangat nyaman sehingga orang jadi gak mau beranjak. Karena gak mau beranjak ya dia akan tetap di situ saja. Karena di situ saja ya dia lalu tertinggal jauh dari dunia yang terus bergerak.

Ya.., sebenarnya gak ada yang salah dengan posisi wuenak. Gak ada yang salah dengan mencari nyaman. Yang diperlukan ya keseimbangan, kapan menginjak gas dan kapan menginjak rem. Ngegas terus gak pakai rem ya nabrak. Tapi kalau ngerem terus ya kapan mau jalan?

Dan memang..,

Perlu kecerdasan dan pengalaman untuk seseorang bisa cepat menyadari di posisi apa dia saat ini. Kesadaran posisi lalu membuatnya bisa dengan cepat mengambil keputusan, gas atau rem…

Sekali lagi, posisi menentukan prestasi

Dan..,

Kepandaian menempatkan posisi bisa dilatih…, misal dengan mempelajari kamasutra yang konon menguraikan bermacam alternatif posisi.

Eh…

20 respons untuk ‘Memosisikan Posisi

Add yours

  1. Waduh, endingnya itu yang enak enak ya pak.😄

    Yah, dalam politik sepertinya wajar kalo yang dulunya saling hujat bisa berangkulan mesra karena sama kepentingan nya, begitu juga orang yang tadinya akrab tiba-tiba saling memusuhi karena beda pilihan politiknya.

    Inzaghi itu stiker timnas Italia ya pak? Kurang paham sepakbola soalnya. Kalo timnas Indonesia sih agak sedikit tahu.🙂

    1. Happy ending selalu menyenangkan katanya… 😀

      Lha iya mas, wong adanya cumak menang atau kalah ya langkah strategislah yang jadi acuan. Gitu kan ya?

      Sekarang sudah tidak striker lagi mas, tapi pelatih, udah tua sekarang… 😀 😀

  2. Posisi menempatkan prestasi,, kalau pas saat ujian selain kemudahan-kemudahan yg disebutkan di atas, secara psikologis juga kalau posisinya enak, tekanan dalam mengerjakan soal pun rasanya berkurang sih, kalau saya…

    Kalau Inzaghi mah jangan ditanya, namanya masih abadi sbg pemain dg penempatan posisi paling mantul,, saya pun sering melabeli diri saya sbg inzaghi -saat bermain futsal , karena terinspirasi penempatan posisinya utk menciptakan gol haha..

    saya ada dua blog,, blog yg satu terbengkalai udh 3 tahunan,, kayanya karena udh terlena zona nyaman hahaha..

    btw, salam kenal .. 🙂

    1. Saat futsal menyebut diri sebagai Inzaghi biasanya sebagai alibi untuk ngendon di area pertahanan lawan alias males balik mbantu pertahanan. “Lha Inzaghi kok…” gitu jawabannya biasanya kalo dimarahin temen karena gak mau mundur atau diomelin lawan karena ngendon di depan kiper.. 😀
      Salam… 😀

  3. Pippo ini faktor luck-nya gede banget. Di Juve ada Del Piero dan Zidane, di Milan ada Kaka dan Pirlo. Jadi tinggal lari ke depan gawang, cocok banget dengan style tukang offside. 😁

    1. Haha, iya bener-bener right man in the right place…
      Walau sebenarnya ketika masih di Atalanta di awal karier Serie A-nya, Kang Mas Pippo ini juga subur bikin gol lho mas… Istimewa memang 😀

  4. Wkwkwkwk… Endingnya posisi yang paling enak ya Mas. 🤣

    Tapi emang bener sih, kita harus bisa menempatkan posisi. Jangan terlalu offside dan jangan punya ternyata nyaman. Harus seimbang agar bisa terus berkembang.

  5. asyikkkk ah endingnya kamasutra ahahhahaha

    eh akuuuuu sedari sd udah ngefans ama mas ganteng pipo inzhagi yang cungkring tapi tatapan matanya omayGod hoho..

    posisi wuenak memang bgitulah adanya, kadang kadang klo uda keenakan rasanya malas ngapa ngapain, ya seperti terjebak dalam zona nyaman
    tapi kadang bener sih perlu sedikit seru-seru juga di luar zona nyaman sesekali sehingga pas ngerjain sesuatu tuh kek ada adrenalinnya huehhehe

    1. Asyik memang…

      Saya suka Inzaghi sebenarnya karen faktor AC Milan sih…, tapi cara bermainnya itu memang inspiratif. Tapi, saya baru tahu kalo tatapan matanya istimewa… 😀
      Dan, yang beradrenalin dan bikin berdebar memang menyenangkan… 😀

  6. ngakak aku baca bagian akhirnya.. hahahaha hebat banget yah itu ilmu kamasutra sampai bisa diterapkan di berbagai macam bidang…

    btw, ganti template nih mas.. kayak kenal..Keren mas

  7. Sejujurnya saya tidak terlalu faham mengenai kalimat di bagian akhir ini, pak.. Tapi setelah melihat berbagai komentar, ternyata arahnya ke-sono yaa hehehe
    Btw, apakah ini template baru? Sebab terakhir ke sini tidak seperti ini tampilan blog nya

  8. Paragraf terakhirnya tengil sekali, Mas Grub. Sedap. Hehehehe….

    Kalau Inzaghi offiside, dia bakal kena sempritan wasit, terus introspeksi. Tapi kalau yang “di sana” itu offside yang ada malah meniup peluit ke wasit, Mas Grub. Wagu banget. 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

WordPress.com.

Atas ↑

<span>%d</span> blogger menyukai ini: