Provokasi Mie Ayam

Belakangan frekuensi kunjungan saya ke warung mie ayam jadi sedikit lebih sering jika dibandingkan biasanya. Ini pasti gara-gara saya suka lihat channel youtubenya Abdel yang kerap menampilkan konten kuliner makan di warung mie ayam kaki lima.

Abdel Achrian, seorang komedian dan juga presenter dan juga penyiar radio dulu, yang dikenal luas dengan program TV Abdel dan Temon, juga Mamah dan Aa. Belakangan, sebagaimana beberapa artis lain beliau ini juga aktif membuat dan mengupload video di youtube.

Channel yotubenya  sendiri sudah berumur 2 tahun, jadi bukan mendadak youtube juga sebenarnya. Walaupun di awal-awal kebanyakan berisi video pendek dengan durasi kurang dari 1 menit. Saat ini, konten youtubenya dikelola dengan lebih serius. Channel tersebut sekarang kebanyakan berisi video wawancara dengan artis atau youtuber lain yang ia beri judul Wawancanda dan konten-konten kuliner, mulai dari liputan makan bubur ayam, warteg, sate padang dan yang paling banyak adalah mie ayam…

Konten kuliner Abdel bukanlah konten reviu dengan detail ulasan tentang cita rasa dan suasana. Konten tersebut berisi Cing Abdel yang makan mie ayam sambil ngobrol sama pemilik warung atau kameramannya atau orang-orang di sekitar situ, no edit.

Warung mie ayam yang dikunjungi juga mie ayam kaki lima langganannya, atau rekomendasi dari para subscriber maupun komentator channel youtube tersebut.

Si Cing Abdel ini tipe pemakan cepat dan tahan panas. Melihat tekstur mie yang masih panas disumpit lalu dengan cepat masuk ke mulut, lalu disumpit lagi lalu dengan cepat kembali terhisap ke mulut lagi adalah sebuah tindakan provokatif buat saya. Yang kemudian cukup untuk dapat menimbulkan hasrat buat pergi ke warung mie ayam. Atau memori visual tentang mulut Cing Abdel yang antara kepanasan  dan kepedasan tapi terlihat nikmat itu muncul tiba-tiba saat melewati warung mie ayam di pinggir jalan…

Soal warung mie ayam kaki lima, jumlahnya banyak banget tersebar di semua penjuru Indonesia, sangat gampang kita menjumpainya. Ada mie ayam langganan yang kita cocok dengan cita rasanya atau yang kita akrab dengan penjualnya…

Makan mie ayam sepertinya memang selera asal orang Indonesia. Konon, walaupun bakmi ini asal mulanya dari Cina tapi Mie Ayam ini adalah makanan khas Indonesia. No debat…

Di tulisan saya beberapa waktu kemaren, ada bahasan  soal selera yang bisa diupgrade dengan memperbanyak referensi. Dalam hal ini, konten Cing Abdel ini yang terjadi adalah provokasi untuk kembali ke selera asal. Dan memang provokatif karena jumlah rata-rata kunjungan saya ke warung mie ayam sedikit meningkat sejak suka melihat konten  ini…

Provokasi yang tidak membawa masalah buat saya. Setidaknya harga mie ayam kaki lima selalu ramah di kantong.

Provokasi yang baik juga dengan pertumbuhan ekonomi yang sedang memprihatinkan di era pandemi ini.

Di era yang serba susah gini, usaha kecil macam warung mie ayam kaki lima jelas perlu diperhatikan. Dan apa yang dilakukan Cing Abdel ini patut diapresiasi, selain secara langsung mempromosikan warung yang ia kunjungi dan ditayangkan di channel youtubenya, secara tidak langsung provokasinya sudah cukup membuat saya jadi lebih sering berkunjung ke warung mie ayam. Jadi, bukan hanya warung yang ia jadikan konten saja yang menerima dampak positif. Warung mie ayam sekitar saya juga kebagian dampak tersebut, dan mungkin juga warung-warung lain di sekitar para penonton channel youtubenya…

Beberapa waktu lalu juga ada video viral tentang promosi makanan kaki lima di Bandung, odading.

Odading Mang Oleh, rasanya.. anjiing banget..” begitu kalimat viral yang dilontarkan Mang Ade Londok saat mempromosikan odading Pak Soleh, yang karena di Bandung jadi Mang Oleh…

Viralnya promosi unik tersebut lantas membuat odading Mang Oleh mendapatkan pembeli yang berlimpah dengan antrian yang cukup gila untuk ukuran membeli odading, kala itu. Si Ade Londok sendiri kabarnya juga kebanjiran job terkait urusan endorse mengendorse, gak tau sampai berapa lama…

Sama seperti kasus mie ayam di atas, saya juga mendadak jadi pengen makan bolang-baling dan cakueh. Di tempat saya odading namanya bolang baling, ada juga yang menyebutnya gembukan. Efek provokasi lagi, tidak hanya menguntungkan Mang Oleh, tapi juga rekan seprofesi Mang Oleh, setidaknya yang jualan di dekat tempat tinggal saya. Wong sudah lama banget saya gak makan gituan, jadi semacam tercerahkan, ingatan di memori saya mengatakan bahwa makanan itu rasanya lumayan enak. Enak dan mengandung minyak…

Provokasi yang lumayan solutif. Solutif dan juga mengenyangkan, buat saya…

Ya, setidaknya bisa lah menjadi satu solusi bagi pedagang kecil karena orang dari golongan kelas menengah-ringan macam saya jadi lebih sering membelanjakan uang ke mereka…

24 respons untuk ‘Provokasi Mie Ayam

Add yours

  1. Ngomongin Bolang-baling, kemarin pas lagi viral odading mang oleh itu ibu saya juga ikutan kena provokasi. Pagi-pagi sudah minta dibelikan Bolang-baling gara-gara lagi ngetrend. 😁

      1. kalo di Purwodadi yang shift pagi malah seringnya sebelum jam 10 sudah kukutan.
        tapi ada juga yang jualan sore hari, agak lama kukutnya soalnya harus bersaing dengan yang jualan gorengan, martabak, dan jajanan lainnya.

    1. Haha.., untuk odading alias gembukan itu dulu memang sering beli saya, dan emang suka, tapi lama sekali gak pernah beli lagi lalu muncul iru viral odading mang oleh.., yang cukup untuk menuntun saya beli gembukan lagi… 😀

  2. Aku juga jadi ingin makan mie ayam 😭
    Bayangin Cing Abdel makan kok jadi bikin ngiler, apalagi kalau nonton videonya langsung ya 😂. Pantas saja Kakak jadi lebih sering makan mie ayam semenjak nonton Cing Abdel hahaha.

    Salam kenal Kak dan kunjungan balik ke sini 😁

Tinggalkan Balasan ke Lia The Dreamer Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: