Koran Jum’at

Jumat kemaren, bersama seorang teman kantor saya membeli koran yang dijual secara ngasong di sebuah bangjo. Bangjo adalah bentuk singkat dari abang ijo, itu bahasa jawa artinya merah dan hijau. Di tempat saya, biasa digunakan untuk menyebut lampu lalu lintas yang warnanya merah kuning dan hijau. Eh, yang beli koran tadi bukan saya ding, tapi... Continue Reading →

Voyeurizm

Barusan liat podcastnya Dedy Corbuzier, ngomongin ihwal nobar tetek di setarbak. Iya, itu yang kemaren rame tentang pegawe warung kopi mahal yang viral secara nasional gegara mengintip via cctv. Ujungnya kena pecat dan diancam hukuman 6 tahun katanya, yang kata netijen lebih berat dari penyiram air keras yang gak disengaja... Kemaren juga sempat mbahas persoalan... Continue Reading →

Sumuk di Bulan Juni

Kalau saya lihat postingan terakhir blog ini adalah di bulan Oktober tahun kemaren, artinya sekitar 8 bulan lalu atau setengah tahun lebih. Jika dibandingkan dengan jarak postingan sebelumnya, yang 5 tahun lebih maka ini adalah sebuah progres yang baik. Progres baik dalam hal apa? Ya entahlah yang jelas bagi keberlangsungan hidup blog ini, data progres... Continue Reading →

generation neXt

“Namanya juga orang lagi pusing, hahaha…” itu Mang Usep sedang menertawai dirinya sendiri yang baru saja minum obat sakit kepala dengan didorong air kopi yang sedari tadi menemaninya menghabiskan rokok kretek ketengan. Mang Usep (bukan nama sebenarnya), nama sebenarnya saya ndak tau, lha wong saya cuma ketemu dia secara tidak sengaja gara-gara kami senasib, nongkrong... Continue Reading →

bukan sekeDar enak

Pada sebuah siang itu, Kang Yitno nanya gini ke temen saya: “Lha kok situh kemaki amat sih, sukanya kok ndengerin lagu-lagu enggris? Nggaya..” “Asem ik, bukannya nggaya (belagu) Kang...  Lhah, lagian apa salahnya to? Lha, mereka kan juga manusia sama kayak kita, cuman bahasanya saja yang berbeda, juga budaya dan kebiyasaane. Selebihnya kan ya sama... Continue Reading →

operFrotektip

Itu adalah di sebuah toko buku ketika saya sedang mengamalkan salah satu hobi saya: nguping pembicaraan orang. Dan pada saat itu adalah sepasang suami isteri (setidaknya menurut pengamatan saya) sedang berbincang biasa saja. “We lha, sampeyan itu kok milih bacaannya ngeri model gini to, pakne (=panggilan untuk suami)?” itu si isteri yang berkomentar tentang buku... Continue Reading →

WordPress.com.

Atas ↑