bukan sekeDar enak

Pada sebuah siang itu, Kang Yitno nanya gini ke temen saya: “Lha kok situh kemaki amat sih, sukanya kok ndengerin lagu-lagu enggris? Nggaya..” “Asem ik, bukannya nggaya (belagu) Kang...  Lhah, lagian apa salahnya to? Lha, mereka kan juga manusia sama kayak kita, cuman bahasanya saja yang berbeda, juga budaya dan kebiyasaane. Selebihnya kan ya sama... Continue Reading →

dear bloG

Sudah beberapa lama ini, blog alakadarnya yang pada bulan ini berusia setahun ini, tak tersentuh oleh yang punya ini… (Siapa sih yang punya ini?) Bulan Juli kemaren hanya sekali saja blog ini diapdet. Itu jelas bukan karena saya ini lagi sibuk atau saya ini lagi nyelesaiin sesuatu apa gitu yang menguras waktu saya. Juga tentunya... Continue Reading →

proporsionaL

“Ya, kalo main game ya yang sewajarnya, jangan seharian penuh, jangan uang saku dihabisin buat main game semua to..” itu Kang Yitno memarahi anaknya yang menghabiskan waktu dan duitnya buat maen PS. “Lha kamu itu main game itu aslinya biar apa to? Kan biar merasa seneng? Lha kalo mainnya seharian gitu apa malah tidak jadi... Continue Reading →

nOnton bareng

Alkisah, saya bertandang ke rumah Kang Yitno. Jam segini biasanya Kang Yitno bersama isteri nonton sinetron. Kata beliau sih, hal tersebut dikarenakan sang isteri yang nggathok (kecanduan) sama yang namanya sinitron, sehingga setiap hari sehabis Maghrib selalu de depan TV nungguin sinitrun, jadi suwening suwe (lama-lama), Kang Yitno pun jadi ikutan paham ceritane, jadi ikut-ikutan... Continue Reading →

Good Life

Dan kini, di masa yang waktu jaman dulu kuanggap sebagai masa depan, kira-kira sudah lebih baikkah diri ini? Ha.. ha.., sebagian ya, sebagian tidak Sebagian lebih baik, sebagian sama saja, sebagian lagi malah lebih buruk! Whatever, here I am dan there you are tentunya... Kadang kita lakukan hal yang benar, tapi sering juga kita terpeleset,... Continue Reading →

PS, gempa, anak laki-laki

Kemaren saya dah cerita dikit tentang main PS ya? Iya, tentu bukan PS yang berarti Pasar Sapi tapi Play Station. Ini perlu ditegaskan karena di kampung halaman saya di Wedi Klaten sana, Pasar Sapi adalah lokasi esek-esek kelas pinggiran... Ya, saya sering main itu Winning eleven. Jadi lebih tepatnya saya suka main bola tapi males... Continue Reading →

WordPress.com.

Atas ↑