Kita Punya Selera

Sebuah merek rokok memiliki slogan Pria Punya Selera. Maksudnya tentu mencitrakan rokok tersebut digemari oleh orang yang punya selera. Dulu, kami sering memplesetkan slogan tersebut menjadi pria punya sakler. Sak ler adalah kata dalam bahasa jawa artnya satu batang. Kami suka dengan plesetan tersebut karena bisa berarti ganda. Satu batang bisa diartikan sebagai “batang” yang... Continue Reading →

Ayah yang melarangku merokok adalah perokok

Kang Yitno bercerita tentang dia yang baru saja memarahi anaknya habis-habisan. Anak laki-lakinya yang baru kelas satu atau dua SMA itu, saya lupa, dimarahinya karena ketahuan merokok untuk kedua kalinya. Merokoknya kayaknya sudah sering, ketahuannya baru dua kali. Cerita tersebut saya sambut dengan tertawa ngakak dengan  dicampur sedikit ejekan. Saya tertawa karena Kang Yitno cerita... Continue Reading →

Tentang es krim dan bukan es krim

"if you want to make everyone happy, don’t be a leader- sell ice cream" Itu quote dari steve jobs yang kemaren jadi foto profil di WA temen saya. Quote yang sangat bagus, saya memaknainya sebagai ajakan dari steve jobs untuk kita agar berjualan es krim... Yes ges, eskrim itu enak bangets, banyak orang suka... Lha..,... Continue Reading →

Voyeurizm

Barusan liat podcastnya Dedy Corbuzier, ngomongin ihwal nobar tetek di setarbak. Iya, itu yang kemaren rame tentang pegawe warung kopi mahal yang viral secara nasional gegara mengintip via cctv. Ujungnya kena pecat dan diancam hukuman 6 tahun katanya, yang kata netijen lebih berat dari penyiram air keras yang gak disengaja... Kemaren juga sempat mbahas persoalan... Continue Reading →

bukan sekeDar enak

Pada sebuah siang itu, Kang Yitno nanya gini ke temen saya: “Lha kok situh kemaki amat sih, sukanya kok ndengerin lagu-lagu enggris? Nggaya..” “Asem ik, bukannya nggaya (belagu) Kang...  Lhah, lagian apa salahnya to? Lha, mereka kan juga manusia sama kayak kita, cuman bahasanya saja yang berbeda, juga budaya dan kebiyasaane. Selebihnya kan ya sama... Continue Reading →

operFrotektip

Itu adalah di sebuah toko buku ketika saya sedang mengamalkan salah satu hobi saya: nguping pembicaraan orang. Dan pada saat itu adalah sepasang suami isteri (setidaknya menurut pengamatan saya) sedang berbincang biasa saja. “We lha, sampeyan itu kok milih bacaannya ngeri model gini to, pakne (=panggilan untuk suami)?” itu si isteri yang berkomentar tentang buku... Continue Reading →

WordPress.com.

Atas ↑