Kita Punya Selera

Sebuah merek rokok memiliki slogan Pria Punya Selera. Maksudnya tentu mencitrakan rokok tersebut digemari oleh orang yang punya selera. Dulu, kami sering memplesetkan slogan tersebut menjadi pria punya sakler. Sak ler adalah kata dalam bahasa jawa artnya satu batang. Kami suka dengan plesetan tersebut karena bisa berarti ganda. Satu batang bisa diartikan sebagai “batang” yang... Continue Reading →

generation neXt

“Namanya juga orang lagi pusing, hahaha…” itu Mang Usep sedang menertawai dirinya sendiri yang baru saja minum obat sakit kepala dengan didorong air kopi yang sedari tadi menemaninya menghabiskan rokok kretek ketengan. Mang Usep (bukan nama sebenarnya), nama sebenarnya saya ndak tau, lha wong saya cuma ketemu dia secara tidak sengaja gara-gara kami senasib, nongkrong... Continue Reading →

bukan sekeDar enak

Pada sebuah siang itu, Kang Yitno nanya gini ke temen saya: “Lha kok situh kemaki amat sih, sukanya kok ndengerin lagu-lagu enggris? Nggaya..” “Asem ik, bukannya nggaya (belagu) Kang...  Lhah, lagian apa salahnya to? Lha, mereka kan juga manusia sama kayak kita, cuman bahasanya saja yang berbeda, juga budaya dan kebiyasaane. Selebihnya kan ya sama... Continue Reading →

operFrotektip

Itu adalah di sebuah toko buku ketika saya sedang mengamalkan salah satu hobi saya: nguping pembicaraan orang. Dan pada saat itu adalah sepasang suami isteri (setidaknya menurut pengamatan saya) sedang berbincang biasa saja. “We lha, sampeyan itu kok milih bacaannya ngeri model gini to, pakne (=panggilan untuk suami)?” itu si isteri yang berkomentar tentang buku... Continue Reading →

eKsistensi

A long December and there's reason to believe Maybe this year will be better than the last I can't remember the last thing that you said as you were leaving Oh the days go by so fast And it's one more day up in the canyons And it's one more night in Hollywood If you... Continue Reading →

tentang peMuda

“Kenapa ya pemuda jaman sekarang itu kok ndak seperti jaman dulu, pemuda sekarang ituh kok suka neko-neko dan lebih mudah mengarah ke yang jelek-jelek ya dibanding dulu?” itu Kang Yitno bilangs “Ya ndak semuanya jelek to Kang..” ini saya yang bilangs “Lhah.., lha itu sampeyan ndak liat, berita dimana-mana, tawuran, perbuatan mesum..bla..bla..bla…” panjang sekalee daftar... Continue Reading →

WordPress.com.

Atas ↑