bukan sekeDar enak

Pada sebuah siang itu, Kang Yitno nanya gini ke temen saya: “Lha kok situh kemaki amat sih, sukanya kok ndengerin lagu-lagu enggris? Nggaya..” “Asem ik, bukannya nggaya (belagu) Kang...  Lhah, lagian apa salahnya to? Lha, mereka kan juga manusia sama kayak kita, cuman bahasanya saja yang berbeda, juga budaya dan kebiyasaane. Selebihnya kan ya sama... Continue Reading →

eKsistensi

A long December and there's reason to believe Maybe this year will be better than the last I can't remember the last thing that you said as you were leaving Oh the days go by so fast And it's one more day up in the canyons And it's one more night in Hollywood If you... Continue Reading →

tentang peMuda

“Kenapa ya pemuda jaman sekarang itu kok ndak seperti jaman dulu, pemuda sekarang ituh kok suka neko-neko dan lebih mudah mengarah ke yang jelek-jelek ya dibanding dulu?” itu Kang Yitno bilangs “Ya ndak semuanya jelek to Kang..” ini saya yang bilangs “Lhah.., lha itu sampeyan ndak liat, berita dimana-mana, tawuran, perbuatan mesum..bla..bla..bla…” panjang sekalee daftar... Continue Reading →

dokumentasiSasi

Beberapa waktu yang lalu itu, bersama beberapa temen kuliah saya ngumpul-ngumpul di sebuah kopisop. Ngumpal-ngumpul tentunya juga minam-minum, juga mokan-makan, juga udad-udud (saya), juga fota-foto... Nah, untuk urusan fota-foto ini kemaren ada teman yang prutes. Ceritanya secara tidak sengaja teman saya yang cantik ini datang juha ke tempat tersebut karena ada janji sama teman SMA... Continue Reading →

sUatu siang yang biasa saja

Itu adalah sebuah siang dimana saya sedang berada di sebuah bengkel. Suatu siang dimana saya sedang berada di sebuah bengkel itu membuat saya menyadari betapa saya ini adalah seorang yang sangat sabar. Lha bagaimana tidak sabar, kalau saya itu tidak marah walaupun di depan hidung saya pria berpakaian kumal yang disebut montir itu mencopoti onderdil... Continue Reading →

iRonic

"Oalah nduk..nduk…, pisan wae jer sambat kok njaluk meneh lho…" Terjemahan: "halah nduk (panggilan untuk anak perempuan), sekali saja kebanyakan ngeluh kok minta lagi…" Itu tadi komentar Kang Yitno waktu menyaksikan video klip duet penyanyi cewek yang syair lagunya meminta pada Tuhan kalau dia ingin hidup sekali lagi… Sungguh komentar yang sak udele dewe (seenaknya),... Continue Reading →

WordPress.com.

Atas ↑